Tak Ada Juara di Proliga 2020

Tak Ada Juara di Proliga 2020

JAKARTA - Pengurus Pusat Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PP PBVSI) secara resmi menghentikan kompetisi Proliga 2020 yang kini sudah masuk ke babak final four dengan mempertimbangkan merebaknya wabah virus Corona yang kini sudah menjadi pandemik global. Keputusan ini telah disampaikan oleh PBVSI kepada kepada tim manajer klub dan para sponsor Proliga 2020 melalui surat 170/PP/PBVSI/III/2020 tertanggal 16 Maret 2020 dan ditandatangani oleh Direktur Proliga, Hanny S. Surkatty dan Ketua Umum PBVSI, Imam Sudjarwo. Di dalam surat yang disampaikan kepada peserta final four, disebutkan tiga hal ditiadakannya babak empat besar dan grand final. Pertama, pemberitaan resmi yang disampaikan Pemerintah melalui Badan Penanggulangan Nasional Bencana (BNPB) yang memperpanjang status keadaan tertentu darurat bencana wabah akibat virus corona (covid-19) sampai tanggal 29 Mei.

BACA JUGA: Dengar Penyataan Jubir Pemerintah untuk Corona, Deddy Corbuzier Kesal

Kedua, surat dari FIVB selaku Badan Teringgi Bola Voli Dunia terkait dengan penghentian pertandingan yang disebabkan oleh dampak Global Virus Corona (Covid-19). Dan ketiga, tidak mendapat ijin penyelenggaraan. "Akhirnya, kami harus mengambil keputusan untuk menghentikan pertandingan kompetisi Bola Voli Proliga 2020 sampai dengan ranking babak penyisihan. Sedangkan untuk babak final four dan grand final Proliga 2020 ditiadakan," tulis isi surat tersebut. "Keputusan ini kami ambil, mengingatkan kita semua akan kepentingan yang jauh lebih besar dari sekedar memuaskan kecintaan kita kepada bola voli Indonesia, karena keselamatan semua pihak di sekitar kia adalah hal yang paling utama," "Kami berharap semiga virus Corona (Covid-19) cepat berlalau sehingga kompetisi Proliga tahun 2021 dapat terselenggara," akhir isi surat tersebut. Sebelumnya, panpel Proliga 2020 telah memutuskan memindahkan tempat pelaksanaan final four satu dan dua, serta grand final ke Padepokan Voli Jenderal Polisi Kunarto Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Awalnya, final four pertama dijadwalkan berlangsung di GOR Joyoboyo Kediri, 3-5 April 2020 mendatang. Sedangkan final four kedua direncanakan di GOR Sritex Arena, Solo, 10-12 April 2020. Untuk grand final yang dijadwalkan 18 dan 19 April 2020 dilangsungkan di GOR Amongrogo Yogyakarta.

BACA JUGA: Di Thailand, Corona Infeksi 212 Orang dan Renggut Satu Nyawa

Akan tetapi dengan adanya surat pengumuman ini, panitia pelaksana Proliga 2020 akhirnya meniadakan seluruh pertandingan final four satu dan dua, serta grand final Proliga 2020 guna mencegah penyebaran virus corona. "Peniadaan ini sudah kami sampaikan kepada tim-tim yang sudah memastikan lolos ke final four, baik secara tertulis melalui surat maupun secara lisan," ujar Direktur Proliga, Hanny S. Surkatty, Rabu (18/3). Hanny juga mengakui, bahwa awalnya pihanya telah menyampaikan surat pemberitahun kepada klub-klub kalau pelaksanaan final four dan grand final dialihkan ke Sentul tanpa penonton. "Namun, Karena perkembangan yang meningkat dengan cepat adanya penyebaran virus corona, maka kami pun meniadakan final four dan grand final," tambah pria yang juga menjabat sebagai Ketua III Bidang Pertandingan PBVSI itu.

BACA JUGA: Penampakan Flu Spanyol 1918 yang Mengerikan dari pada Corona

Sebagaimana diketahui, delapan tim sudah memastikan lolos ke babak final four, dengan masing-masing empat tim putra dan putri. Peserta final four putra adalah Jakarta BNI 46, Jakarta Pertamina Energi, Surabaya Bhayangkara Samator, dan Palembang Bank SumselBabel. Sedangkan untuk sektor putri ada Jakarta Pertamina Energi, Bandung bjb Tandamata, Jakarta PGN Popsivo Polwan, dan Jakarta BNI 46. "Kami sudah sampaikan perubahan itu melalui surat secara tertulis kepada tim-tim yang lolos. Bahkan, sebelumnya kami sudah sampaikan secara lisan kepada klub-klub itu," tuntas Hanny. Akan tetapi jika mengacu pada keputusann ini, bagaimana degan sang juaranya. Sayang, ketika tim Fajar Indonesia Network (FIN) mencoba untuk menghubungi Humas PP PBVSI Lutfi Sukri tak ada jawaban darinya. Namun, info dari awak media, sang juara Proliga ditiadakan. "Kata Pak Lutfi ditiadakan, seusai ranking terakhir," ujar salah satu awak media. (gie/fin/tgr)

Sumber: