Gareth Bale Bikin Migrain

Gareth Bale Bikin Migrain

MADRID - Gareth Bale dan Brexit menjadi sumber sakit kepala bagi elit Los Merengues, julukan Real Madrid. Di mata pelatih Zinedine Zidane, Bale bukanlah pilar utama lagi seperti satu dekade lalu. Peran pemain 30 tahun itu di lini depan kembali menjadi pelapis. Sejak La Liga musim 2019-2020, eks winger Tottenham Hotspur baru tampil sebanyak 14 kali tampil dari 27 laga yang dijalani Los Blancos, julukan Madrid. Posisinya mulai digantikan Vinicius Junior. Bahkan dari 14 penampilan itu, tiga laga di antaranya dijalani Bale dari bangku cadangan. Dilansir dari Marca, masalah kontrak pemain asal Wales makin kompleks setelah kebijakan brexit dimulai sejak 1 Februari lalu. Kebijakan kontroversial ini membuat Britania Raya meliputi Inggris, Wales, Irlandia Utara dan Skotlandia resmi keluar dari Uni Eropa (UE). Sejak tahun lalu, Madrid hanya mendapatkan kuota tiga pemain non-UE. Jatah tersebut sudah diisi Eder Militao (Brasil), Fede Valverde (Uruguay) dan Vinicius Jr (Brasil). Alhasil, kontrak sosok The Welsh Wizard , julukan Bale, bersama Real Madrid yang berakhir pada 30 Juni 2020 membuatnya akan berlabel free agent karena slotnya sebagai pemain non UE sudah terisi . Artinya, Bale bisa sesuka hati pindah ke klub lain tanpa peduli dengan kondisi La Liga dan Liga Eropa lainnya lumpuh akibat virus corona. " Mengeluarkan Bale secara gratis menjadi langkah berat bagi manajemen Madrid," tulis Marca. Namun, jika ditilik lebih jauh, urusan brexit dan slot pemain non UE hanya sedikit berpengaruh di balik keputusan Real Madrid untuk mendepaknya dari Santiago Bernabeu. Marca menulis, bahwa urusan gaji Bale yang besar memaksa Los Blancos, melakukan kebijakan tersebut. "Klub bersikukuh bahwa mereka tidak mampu membayar gaji sekitar EUR 17 juta euro untuk pemain asal Wales tersebut," tulisnya. Di sisi lain, masalah lain muncul. Bale dikabarkan masih bersedia menandatangani kontrak kembali bersama Madrid. Sang Agen Jonathan Barnett menjelaskan bahwa kliennya masih menikmati hidup di Madrid dan tidak ingin meninggalkan klub. Real Madrid tidak mau membiarkan pemain pergi secara gratis. Pasalnya tidak ada klub Eropa yang mau memenuhi tuntutan gajinya. Oktober 2019 silam, Bale sejatinya sudah menyetujui dirinya untuk hijrah ke Liga Super Cina dengan gaji EU 25 juta. Sayangnya, kebijakan liga Cina yanh memberlakukan batas gaji membuat negeri tirai bambu tersebut bukan menjadi tujuan yang layak untuk saat ini. (fin/tgr)

Sumber: