Presiden Sidak, Kabareskrim Turun Tangan

Presiden Sidak, Kabareskrim Turun Tangan

JAKARTA - Telinga Presiden Joko Widodo mungkin mulai panas. Setelah begitu banyaknya laporan yang masuk terkait kerentanan kondisi pangan di sela wabah Virus Corona. Lagi-lagi ia pun harus turun tangan mengecek kondisi Gudang Bulog di Kelapa Gading, Jakarta, Rabu (18/3). Sinyal kedatangan Presiden pun langsung direspon oleh Kabareskrim Komjen Polisi Listyo Sigit Prabowo. Ia memastikan Satgas Pangan sudah turun mengecek laporan yang masuk sampai turun ke pasar. ”Ada banyak keluhan. Dari kenaikan (harga, Red) gula, dan beberapa hal lainnya,” ungkapnya. Dari hasil data yang didapat, stok gula untuk DKI Jakarta, masih mencukupi hingga Bulan April dan Mei 2020. ”Ya, secara umum untuk stok April sampai Mei harusnya ada," jelasnya. Ditambahkannya, Satgas Pangan beberapa waktu lalu telah melakukan sidak ke Lampung dan menemukan ada beberapa perusahaan gula yang memiliki stok 75.000 ton hingga 100.000 ton gula. ”Sudah kami minta untuk segera menyalurkan stok gula tersebut ke Jakarta,” katanya.

BACA JUGA: Covid-19 Tidak Memandang Usia

Untuk pasokan gula dari Lampung tersebut akan dikirim ke Jakarta secara bertahap. Tercatat mulai Rabu, sebanyak 33 ribu ton gula dari Lampung akan tiba di Jakarta. ”Mulai hari ini akan dikirimkan 33 ribu ton (gula). Untuk memenuhi (kebutuhan gula di Jakarta),” katanya. Nah, dengan ada tambahan pasokan gula ini, ia berharap harga gula di sejumlah pasar di Jakarta, akan turun dan gula impor juga tak lama lagi akan masuk ke Indonesia. Tak hanya berupaya memastikan pasokan gula aman, Satgas Pangan juga akan terus memantau pengiriman dan pendistribusian gula sampai ke masyarakat. ”Kami telusuri hambatannya ada di mana, apakah di masalah distribusinya ataukah di stoknya yang masih menumpuk yang sengaja disimpan atau masalah perizinan, akan kami cek semua,” kata dia. Terpisah, Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN) Kementerian Perdagangan (Kemendag) Veri Anggrijono menyampaikan bahwa untuk mengisi ketersediaan gula kristal putih (GKP) di pasar ritel, Kemendag bersama seluruh ritel modern dan produsen gula sepakat untuk mendistribusikan 33.000 ton gula. ”Kami telah meminta kepada pelaku usaha untuk menggelontorkan 33.000 ton untuk wilayah Jakarta dan sekitarnya di pasar ritel,” kata Veri.

BACA JUGA: Lembaga Australia Kritik Jokowi dan Menteri Terawan dalam Tangani Covid-19

Veri mengatakan, Kemendag bersama satuan tugas (Satgas) Pangan pusat dan Satgas Pangan Daerah telah melakukan pengawasan, termasuk mengambil langkah-langkah pemeriksaan gudang distributor sebagai upaya dalam mengatasi kenaikan harga GKP. Harga gula rata-rata nasional saat ini berkisar di atas Rp16.000 per kilogram (kg), padahal harga eceran tertinggi (HET) yang diatur pemerintah hanya Rp12.500 per kg. Dengan terisinya stok GKP di pasar ritel, Veri berharap agar harga gula di pasar lainnya akan ikut mulai stabil. Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Suhanto menambahkan, upaya tersebut juga diharapkan mampu mengembalikan harga gula hingga Rp12.500 per kg. ”Tadi pagi kami sudah rapat bersama seluruh ritel moderm, juga produsen gula dalam rangka memproduksi raw sugar menjadi gula. Menurut laporan mereka, pada akhir bulan sudah bisa didistribusikan," ujar Suhanto. Sementara itu, Menteri Perdagangan Agus Suparmanto mengakui bahwa terjadi kelangkaan pasokan gula, yang pada akhirnya membuat harga gula melambung 37 persen lebih tinggi dari HET. ”Stoknya terjadi kelangkaan sekitar 100.000 ton per hari ini,” singkat Mendag. Ya, di luar agenda resmi yang telah dijadwalkan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara mendadak meninjau Gudang Bulog di Kelapa Gading, Provinsi DKI Jakarta, Rabu (18/3) untuk memastikan ketersediaan bahan pangan utamanya beras.

BACA JUGA: Pasca Pengumuman Progres Covid-19, Krakatau Meletus

Tiba sekitar pukul 09.00 WIB, Presiden yang datang seorang diri dengan pengawalan Paspampres disambut oleh Direktur Utama Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Budi Waseso. Presiden Jokowi kemudian berkeliling gudang beras tersebut dan meninjau kualitas dari stok beras yang siap didistribusikan oleh Bulog.”Langsung keluarkan ini (beras) ya operasi pasar,” perintah Presiden kepada Budi Waseso saat peninjauan. Setelah kurang lebih 30 menit berada di lokasi, Presiden Jokowi kemudian meninggalkan Gudang Bulog untuk kemudian menuju ke Istana Merdeka, Jakarta. Presiden Jokowi sendiri pada keterangan persnya, pada Minggu (15/3) yang lalu, telah menyampaikan pemerintah terus melakukan langkah-langkah cepat untuk mengantisipasi dampak dari pandemic Covid-19. Salah satunya adalah ketersediaan bahan pangan. ”Pemerintah memastikan ketersediaan bahan kebutuhan pokok cukup memadai untuk kebutuhan masyarakat,” ucap Presiden pada hari Minggu (15/3) lalu di Istana Kepresidenan Bogor, Provinsi Jawa Barat. (tim/fin/ful)

Sumber: