Uni Eropa Bakal Lockdown Sebulan

Uni Eropa Bakal Lockdown Sebulan

BRUSSEL - Pandemi Covid-19 membuat Uni Eropa akan mengeluarkan keputusan berat. Setelah sebelumnya menunda penyelenggaraan Piala Euro 2020 diundur tahun depan, kini mereka bakal melarang pengunjung masuk Uni Eropa sebulan penuh. Dilansir dari Reuters, kebijakan ini diambil hingga krisis pandemi itu berakhir. Kebijakan ini akan berlaku di 26 negara anggota Uni Eropa. Termasuk Islandia, Liechtenstein, Norwegia dan Swiss. Hanya warga negara Britania Raya seperti Wales, Inggris, Skotlandia yang tak akan terpengaruh atas isolasi ini. Presiden Komisi Uni Eropa Ursula von der Leyen mengatakan, pandemi yang telah menewaskan 7.500 orang secara global memaksa mereka menerapkan kebijakan ini. Kebijakan ini sudah termasuk menutup perbatasan mereka selama 30 hari. Tidak menutup kemungkinan, proposal ini akan direview kembali sembari melihat perkembangan signifikan wabah virus corona di Benua Biru tersebut. "Mereka (Uni Eropa) akan secepatnya menerapkan kebujakan ini. Tentu akan lebih bagus, jadi kami bisa fokus pada urusan perbatasan saja," kata Ursula Von der Leyen dalam konferensi pers via video streaming, Rabu (18/3). Ursula menuturkan, pihaknya mencari solusi terkait perbatasan internal negara UE. Pasalnya, masih ada warga yang tidak bisa keluar jika kebijakan ini langsung diterapkan. Salah satu contoh penerapan ini akan susah dijalankan bisa berkaca pada kondisi di Perancis. Ya, setiap orang yang hendak keluar rumah harus membawa dokumen izin. Jika tidak, mereka bakal didenda 135 euro, atau Rp 2,2 juta. Di sisi lain, larangan perjalanan ini akan mempengaruhi lini kehidupan warga. Hubungan ekonomi mereka akan lumpuh jika semua warga negara non-Uni Eropa yang akan mengunjungi wilayah itu dilarang. Perjalanan gratis di wilayah Uni Eropa yang menjadi favorit para traveller juga akan dilarang jika ini diberlakukan. Ya, visa gratis menjadi hal yang digemari banyak orang, karena dengan visa Schengen, mereka bisa mengelilingi wilayah itu. Tetapi dalam beberapa hari terakhir, banyak negara secara sepihak memberlakukan penutupan perbatasan penuh atau sebagian dalam upaya menghentikan penyebaran virus corona. Penting juga bahwa Uni Eropa "membuka blokir" sehubungan dengan perbatasan internal yang tertutup, kata Von der Leyen, karena terlalu banyak orang yang tidak bisa meneruskan perjalanan. (fin/tgr)

Sumber: