Sidak Gabungan, Harga Gula Pasir Melonjak

Sidak Gabungan, Harga Gula Pasir Melonjak

PRABUMULIH – Menghindari kelangkaan dan stok sembako dan melonjaknya harga diakibatkan penimbunan sembako oleh oknum tak bertanggung jawab alias spekulan. Polres Prabumulih melalui Satreskrim bersama Dinas Ketahanan Pangan (DKP), Dinas Pertanian, Dinas Kesehatan, dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di Pasar Inpres. Hasilnya, harga gula pasir biasanya atau HET Rp 12,5 ribu perkilo di pasaran sudah mencapai Rp 17 ribu. Sementara itu juga, harga jahe merah akibat penyebaran virus corona juga harganya hingga Rp 80 ribu perkilo. Begitu juga, bawang bombay perkilonya mencapai Rp 100 ribu. Kapolres Prabumulih, AKBP I Wayan Sudarmaya SH SIk MH melalui Kasat Reskrim, AKP Abdul Rahman SH MH dikonfirmasi tidak menampik hal itu. “Iya, harga gula pasir hasil pantauan kita sudah diatas HET Rp 17 ribu perkilo. Nampaknya, harga dimainkan distributor dan pedagang. Lalu, harga jahe merah karena soal virus corona juga melonjak hingga Rp 80 ribu perkilo. Karena, bukan termasuk kebutuhan pokok tidak terlalu berpengaruh,” ujar Rahman kepada awak media, kemarin (18/3) di sela-sela sidak. Masih kata dia, kalau harga bawang bombay. Karena, bawang merupakan barang impor. Sehingga, tidak terlalu riskan naiknya. “Secara keseluruhan, stok sembako hasil sidak gabungan di Kota Nanas ini relatif aman. Meski, ada sejumlah harga mengalami kenaikan,” akunya. Sambungnya, telah mengingatkan, agar para pedagang dan distributor jangan memanfaatkan situasi sekarang ini tengah khawatir karena penyebaran virus corona. “Pedagang dan distributor gula pasir, kita data semuanya. Akan kita cari, penyebab harga gula pasir bisa melonjak tinggi seperti sekarang ini,” bebernya. Masih kata dia, sesuai ketentuan dan aturan. Jika ada pelaku pasar, khususnya pedagang dan distributor menaikan harga gula pasir hingga melonjak seperti ini. “Sudah kita wanti, untuk pedagang gula pasir dan juga distributornya. Jika bermain dengan harga, akibat adanya penimbunan. Akan kita proses secara hukum, aturannya sudah jelas,” tukasnya. Senada juga dibenarkan Kepala DKH, Ir Suranti didampingi Kadisprindag, Ir H Pribadi Roso Sarosa, kalau harga gula mengalami kenaikan cukup signifikan dari hasil sidak bersama ini. “Iya pantauan kita harga HET gula pasir Rp 12,5 ribu. Di pasaran, sudah mencapai Rp 17 ribu,” terangnya didampingi Kadinkes, dr H Happy Tedjo TS MPH bersama Kadisper, Ir Syamsurizal SP MSi. Tidak hanya itu, akunya ketersediaan stok sembako relatif aman. Hanya, ada beberapa harga yang naik. “Seperti bawang bombay, jahe merah, dan lainnya,” tukasnya. (03)

Sumber: