Masjid Diimbau Untuk Sementara Gulung Tikar

Masjid Diimbau Untuk Sementara Gulung Tikar

MAJENE - Dampak isu yang berkembang terkait penyebaran virus corona (Covid-19), di Sulbar terkhusus di Majene, Wakil Bupati Majene Lukman Nurman mengundang pihak terkait, di ruang rapat Wakil Bupati Majene, Selasa 17 Maret. Dalam pertemuan itu, membahas tentang kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap penyebaran dan penularan covid-19."Untuk Kesabngpol harus membentuk Satgas atau Gugus tugas Percepatan."Ini termasuk bencana Alam dan masuk status siaga darurat bencana, karena belum ada informasi yang terkena virus corona di Sulbar," terang Ilhamsyah Kepala BPBD Majene. Sementara hasil keputusan rapat dari Wakil Bupati Majene Lukman menyebut, telah membatasi perjalanan dinas keluar daerah Majene selama 14 hari kedepan, mulai 18 sampai 31 Maret."Hanya yang urgent dan prioritas," kata Lukman. Ia menyampaikan, untuk anak sekolah mulai tingak kanak-kanak (TK), SD dan SMP sederajat di istirahatkan di rumah selama 14 hari kedepan, dimulai pada Rabu 18 sampai 31 Maret."Untuk ASN bekerja dengan sistem shift dibagi 2 shit, pagi dan siang akan diatur pimpinannya," ungkapnya. Dikatakan, untuk Tunjangan Tambahan Penghasilan (TPP) ASN akan tetap diberikan dan dibebas tugaskan untuk tidak menginput aktifitas harian, dan langsung mendapat point 300 menit aktifitas perhari. "Untuk penggunaan permadani atau karpet di Masjid, untuk sementara digulung dan tidak digunakan, kemudian disetiap tempat wudhu memasang sabun cuci tangan, selanjutnya warga Majene yang melakukan perjalanan keluar Negeri dan kembali ke kampung halaman akan dilakukan pengawasan dan pemantauan selama 14 hari, serta menghindari tatap muka yang mengahdirkan banyak orang sampai tanggal 31 Maret," tandasnya.(hfd/smd)

Sumber: