Kepanikan Virus Corona, Polisi Blokir Bandara

Kepanikan Virus Corona, Polisi Blokir Bandara

EKUADOR - Kejadian dramatis terlihat di bandara Internasional Jose Joaquin de Olmedo di Guayaquil, Ekuador, Amerika Selatan saat penerbangan Iberia dari Madrid, Spanyol, ketika akan mendarat. Polisi kota tersebut akan terus berusaha keras memerangi virus corona. Mereka secara fisik memblokir landasan pacu bandara utama untuk menghentikan pendaratan pesawat. Terlihat sebuah foto yang menunjukan ratusan polisi memarkir kendaraan mereka di sepanjang landasan pacu bandara terbesar kedua di negara mereka. Sebuah helikopter yang merekam kejadian tersebut memperlihatkan petugas penegak hukum berdiri di samping kendaraan mereka di kedua sisi landasan pendaratan. Dikabarkan, para petugas tersebut telah diperintahkan oleh walikota kota untuk memblokir landasan pacu jelang pendaratan pesawat Iberia dari Madrid. Pesawat tersebut dilaporkan membawa 11 anggota awak yang akan tinggal di kota itu semalam, tetapi akhirnya terpaksa pindah ke bandara lain. Tindakan polisi itu akhirnya memaksa pesawat Iberia untuk beralih ke ibu kota negara Quito sebagai gantinya terbang ke Amsterdam. Peristiwa itu terjadi setelah pemerintah mengumumkan peningkatan pembatasan perbatasan untuk negara itu. Tetapi memungkinkan melakukan pendaratan penerbangan untuk membawa pengunjung pulang, atau memulangkan warga setempat. Ekuador saat ini dicengkeram oleh sekitar 200 kasus virus corona, sebagian besar dikatakan berada di Guayaquil. Walikota Guayaquil, Cynthia Viteri mengatakan melihat tingkat kasus virus corona yang tinggi mana mungkin mereka mengizinkan pesawat dari Madrid untuk mendarat. "Bagaimana mungkin mereka akan mengizinkan pesawat dari Madrid mendarat hari ini dengan sebelas anggota kru untuk tinggal di kota dengan tingkat kasus virus coronavirus tertinggi sampai Jumat minggu ini sehingga bisa lepas landas lagi dengan penumpang? Sayangnya, itu kriminal," kata Cynthia Viteri dilansir dari laman Daily Star pada Kamis (19/3). "Anda (pemerintah nasional) membawa sekitar 200 orang Eropa, Anda memilikinya saat ini di bandara Guayaquil, Anda mengekspos (ke) staf bandara kami, Anda mengekspos kota dan malam ini (Rabu) dengan langkah-langkah yang Anda mengambil, ya, yang kejam, untuk militerisasi bandara untuk mencapai tujuan yang Anda tetapkan, untuk membawa 200 orang asing ke kota dengan lebih banyak risiko, itu akan menjadi tanggung jawab mutlak Anda semua," tambahnya. Pihak bandara maupun pejabat pemerintah setempat mengatakan, mereka mengharapkan tetap melanjutkan penerbangan reguler, mereka juga sedang menyelidiki insiden tersebut.(nie/fin)

Sumber: