Jack Ma Kirim 1 Juta Masker untuk Perancis

Jack Ma Kirim 1 Juta Masker untuk Perancis

LIEGE - Kendati tengah berperang melawan pandemik Covid-19, masyarakat Cina tetap mengulurkan bantuan kepada sejumlah negara Eropa. Sebanyak 1 juta masker wajah diterbangkan melalui Belgia yang kemudian akan disebar ke sejumlah provinsi di Perancis. Pasokan medis dipasok oleh dua badan amal Tiongkok untuk membantu memerangi penyebaran virus yang merebak pertama kali di Wuhan, Hubei. Dilansir dari Kantor Berita Xinhua, sebuah pesawat kargo sarat dengan sumbangan berangkat dari Hangzhou, Cina Bagian timur pada Selasa hari sebelumnya dan tiba di Bandara Liege sekitar pukul 12:45 waktu setempat, kemarin. "Barang-barang itu akan diserahkan ke Kementerian Sosial dan Kesehatan Prancis," tulis rilis resmi Yayasan Alibaba dan Yayasan Jack Ma Foundation. Di dalam pesawat, jumlah barang medis yang tidak diketahui juga disumbangkan ke negara-negara Eropa lainnya. Upaya bantuan termasuk dalam serangkaian inisiatif yang diluncurkan oleh kedua badan amal itu untuk membantu Eropa mengatasi pendemik virus korona yang sedang berlangsung. "Seperti pegunungan yang membentang di hadapan Anda dan saya, mari kita berbagi cobaan dan kesulitan yang sama bersama-sama. Kami berharap semuanya akan segera membaik," kata Jack melalui akun Weibo resminya, mengutip sebuah puisi Tiongkok kuno. Sejak Selasa (17/3), Presiden Prancis Emmanuel Macron mengumumkan karantina nasional (lockdown) guna menghambat penyebaran lebih luas Covid-19. Macron memerintahkan blokade ketat pada pergerakan orang-orang di tengah pandemi yang memburuk dengan cepat. Pintu perbatasan juga ditutup baik masuk dan keluar negara Eiffel tersebut. Kecuali bantuan medis dan urusan penting kenegaraan. Dilansir dari France24, ribuan tentara telah ditugaskan untuk membantu memindahkan orang sakit ke rumah sakit. Perancis merupakan negara Eropa terbesar keempat dengan jumlah penderita korona mencapai 7.652 pasien dan 175 meninggal dunia. "Seratus ribu petugas akan dikerahkan selama lockdown," kata Menteri Dalam Negeri Prancis Christophe Castaner, beberapa waktu lalu. Selain itu, Macron juga mengumumkan sanksi bagi warganya yang masih berkeliaran di luar rumah. Otoritas setempat memerintahkan orang untuk tinggal di rumah, kecuali untuk membeli bahan makanan, bepergian ke tempat kerja, berolahraga atau mencari perawatan medis. "Siapa pun yang ditemukan di luar harus memberikan bukti alasan perjalanan mereka," tulis papan pengumuman yang dipajang di sejumlah kota besar di Perancis. Macron juga mengumumkan paket stimulus sebesar EUR 300 miliar untuk membantu menopang bisnis yang sedang berjuang. Bantuan Yayasan Jack Ma bukan pertama kali dilakukan. Pada Jumat (6/3) lalu, Yayasan Jack Ma juga mengirim 1 juta masker ke Jepang. Masker yang beratnya hampir 49,4 ton itu diangkut menggunakan pesawat China Eastern Airlines dan tiba di Tokyo. (fin/tgr)

Sumber: