Masjid Agung Tetap Dipakai Jumatan

Masjid Agung Tetap Dipakai Jumatan

CIHIDEUNG – Masjid Agung Kota Tasikmalaya tetap akan digunakan untuk salat Jumatan. Pemerintah Kota Tasikmalaya melakukan penyemprotan desinfektan untuk menjaga masjid bersih dari virus. Ketua Umum DKM Masjid Agung Kota Tasikmalaya H M Yusuf menyebutkan salat Jumat tetap dilaksanakan di Masjid Agung sebagaimana mestinya. Hanya saja, ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh masyarakat atau jamaah. “Yang ditunda dan dihentikan sementara itu pengajian Rabu dan kegiatan Isra Mikraj,” ungkapnya saat memantau penyemprotan desinfektan di Masjid Agung Kota Tasikmalaya Rabu (18/3). Masjid Agung juga tetap digunakan untuk salat lima waktu. Hanya untuk sementara waktu, karpet Masjid Agung digulung. “Jadi bisa bahwa sajadah sendiri dari rumah,” ujar Yusuf menyarankan. Di sisi lain, pihaknya pun tetap harus mematuhi edaran dari Dewan Masjid Indonesia (DMI) terkait pengelolaan masjid. Karena ketika sebuah kebijakan di ambil, tentunya punya tujuan yang baik, khususnya mencegah penyebaran virus corona. “Mudah-mudahan tidak sampai ada di Kota Tasikmalaya,” ujarnya. Sekretaris Umum DKM Masjid Agung Kota Tasikmalaya Ustaz Acep Zoni Saeful Mubarok menyebutkan bahwa dalam Islam itu ada sebuah pertimbangan antara hal yang maslahat dan mudarat. Secara prinsip syariat Islam itu mengacu kepada kemaslahatan. “Mencegah kemudaratan, lebih diutamakan dari kemaslahatan,” tuturnya. Berdasarkan kajiannya bersama Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, situasi di Kota Tasikmalaya belum begitu darurat. Maka dari itu pelaksanaan salat Jumat tetap berjalan. “Kita laksanakan tetapi diatur sesuai protokol kesehatan,” ujarnya. Salah satu yang diatur, kata Ustaz Acep Zoni Saeful Mubarok, yaitu soal kerapatan saf jemaah yang lebih renggang dari biasanya. Hal ini diperbolehkan untuk menghindari kemudaratan penyebaran Covid-19. “Seharusnya kan rapat, tapi ada gharar (keraguan) jadi yang maslahat itu yang mana,” terangnya. Di sisi lain, pihaknya mengimbau masyarakat untuk melaksanakan salat Jumat di masjid sekitar rumah. Khusus bagi yang sedang sakit, dianjurkan mengganti dengan salat zuhur di rumah masing-masing. “Ada rukhsah (kelonggaran, Red),” terangnya. Pada kesempatan itu Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya pun menyerahkan perlengkapan cuci tangan kepada DKM Masjid Agung Kota Tasikmalaya. Perlengkapan itu sebagai sarana tambahan supaya kebersihan jamaah tetap terjaga. Pada kesempatan itu hadir pula Wali Kota Tasikmalaya H Budi Budiman. Dia memberikan arahan agar penyemprotan desinfektan juga dilaksanakan di bandara, stasiun, terminal dan pul bus dengan memberdayakan petugas Palang Merah Indonesia (PMI). (rga)

Sumber: