Antisipasi Corona, Siswa Madrasah Diliburkan

Antisipasi Corona, Siswa Madrasah Diliburkan

PRABUMULIH – Seluruh sekolah dibawah naungan Kementerian Agama (Kemenag), sejak 18 Maret hingga 31 Maret tidak ada kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah. KBM sendiri, untuk sementara dialihkan di rumah masing-masing. Hal itu sebagai tindaklanjut edaran Kemenag dan Kanwil Kemenag Sumsel, dan direspon Kantor Kemenag. “Sebelum diputuskan, digelar rapat bersama dahulu. Hasil rapat RA hingga Pesantren dibawah naungan Kankemenag akhirnya diputuskan belajar di rumah, mulai 18 Maret hingga 31 Maret,” jelas Kepala Kantor (Kakan) Kementerian Agama (Kemenag), Drs H Yeri Taswin MPdI kepada awak media, kemarin (19/3). Sambungnya, sekitar dua minggu belajar di rumah dalam pengawasan orang tua dan guru. Dan, efektif kembali KBM akunya mulai 1 April mendatang. “Kurang lebih dua minggu, belajar di rumah masing-masing. Ini dilakukan, atas kebijakan pemerintah sebagai antisipasi penyebaran dan penanggulangan virus corona alias Covid 19 tengah merebak,” jelasnya. Informasi diterimanya, sejauh ini tidak ada lagi sekolah dibawah naungan Kemenag. Aku Yeri mengelar KBM di sekolah, selain dilakukan di rumah. “Bukan libur yah, nanti anggapannya lain. Tetapi, KBM dialihkan di rumah masing-masing siswa,” pungkasnya. Terpisah, Kepala MTSN, Drs M Amin MM mengungkapkan, edarannya keluar sejak 18 Maret. Tetapi, dirapatkan dahulu dengan Kakan Kemenag. “Kesimpulannya, siswa belajar di rumah dengan sistem e-learning daling. Guru memberikan tugas lewat IT kepada siswa, siswa punya HP bisa berkomunikasi dengan guru secara langsung. Kehadiran siswa, harus membalas wa guru,” tukasnya. Lanjutnya, belajar dirumah ini dilakukan hingga 31 Maret sesuai edaran. Dan, 1 April KBM seperti semula. “Selama belajar di rumah, orang tua mengawasi agar tidak keluar rumah,” pungkasnya. (03)

Sumber: