Akhirnya Turki Hentikan Kompetisi

Akhirnya Turki Hentikan Kompetisi

ANKARA - Mewabahnya virus corona atau Cofid-19 yang terus mengancam Eropa, khususnya Turki, telah membuat Liga Super Turki akhirnya ditangguhkan. Penangguhan kompetisi sepak bola kasta tertinggi di Turki ini disebutkan oleh Federasi Sepak Bola Turki (TFF) hingga waktu yang belum ditentukan. Turki sebelumnya banyak mendapat tekanan internasional dari sejumlah pihak. Pasalnya, sebagian besar negara-negara di Benua Biru itu telah menghentikan kompetisi domestik mereka. Tapi, Liga Turki masih berjalan hingga Rabu (18/3) waktu setempat, yang mempertemukan Goztepe SK lawan Caykur Rizepor. Hal itu lantas membuat Asosiasi Pemain Profesional (FIFPro) mendesak otoritas Turki agar kompetisi sepak bola dihentikan ditengah pandemi corona. "Banyak pemain asing menghubungi kami yang mengatakan mereka tidak nyaman melanjutkan karena #COVID19 menyebar," tulis FIFPRO di Twitter, Kamis kemarin. Menanggapi hal itu, Menteri Olahraga Turki Muharrem Kasapoglu melakukan pertemuan dengan TFF di kota Ankara, Turki. Pemerintah menyebut, agar seluruh kompetisi, baik sepak bola, basket, voli dan bola tangan untuk segera ditangguhkan demi mencegah wabah Cofid-19. "Dalam upaya tindakan yang diambil pemerintah Turki terhadap virus corona yang melanda Eropa, semua pertandingan kompetisi sepak bola, bola basket, bola voli, dan bola tangan untuk segera ditunda," kata Muharrem dilansir Fajar Indonesia Network dari Sky Sports, Jumat (20/3). BACA JUGA: Penangguhan Liga Inggris Diperpanjang Diketahui, Turki mengonfirmasi ada 191 kasus corona yang saat ini melanda negeri kawasan Eurasia itu. Dan tiga di antaranya telah meninggal dunia. Otoritas olahraga setempat mengambil langkah untuk menahan penyebaran virus corona, termasuk dengan memerintahkan kompetisi dimainkan tanpa penonton. Akan tetapi, upaya itu justru menimbulkan ketidaknyamanan bagi para pesepak bola asing untuk melanjutkan kompetisi. Sebelumnya, gelandang asal Nigeria John Obi Mikel memilih untuk memutus kontraknya dengan klub Turki Trabzonspor. Ia merasa tidak aman untuk terus bermain saat Cofid-19 mewabah. Lima liga elit Eropa, seperti Premier League, Serie A, La Liga, Ligue 1 dan Bundesliga telah lebih dulu dihentikan sejak pekan lalu akibat virus corona. Hal demikian juga dilakukan oleh Badan Sepak Bola Eropa (UEFA) yang menunda kompetisi Liga Champions dan Liga Europa. Selain itu, UEFA memutuskan perhelatan Piala Eropa atau Euro yang sedianya digelar tahun ini jadi 2021 mendatang. UEFA menyebut, ini dilakukan demi memudahkan liga-liga domestik Eropa menyelesaikan musim kompetisi di musim panas nanti. (heq/fin)

Sumber: