Stok Masker dan Bahan Pokok Disoal

Stok Masker dan Bahan Pokok Disoal

JAKARTA - Pemerintah diminta jangan hanya terpaku dengan social distancing dalam menangani penyebaran virus Corona. Sejumlah upaya perlu dilakukan. Termasuk menjamin ketersediaan alat pencegahan. Yakni masker dan hand sanitizer. Anggota DPR RI Rofik Hananto, meminta pemerintah serius memastikan ketersediaan masker, hand sanitizer dan peralatan kesehatan lainnya di tengah mewabahnya COVID-19. "Ketersediaan masker, hand sanitizer dan peralatan kesehatan yang dibutuhkan di tengah mewabahnya virus Corona,” tutur Rofik di gedung parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (20/3). Dia menambahkan saat ini permintaan masker dan hand sanitizer sangat tinggi. Tetapi banyak terjadi kelangkaan dimana-dimana. Sehingga harganya mengalami kenaikan cukup tinggi. “Saya meminta pemerintah serius memperhatikan kondisi ini. Kalau tidak bisa memberikan masker secara gratis kepada masyarakat, setidaknya pemerintah dapat memastikan ketersediaan kebutuhan tersebut cukup dan tidak ada kenaikan,” terangnya. Banyak sekali keluhan masuk dari masyarakat khususnya tenaga medis terkait sulitnya mencari masker dan hand sanitizer. Kalaupun ada, stoknya sangat terbatas dan harganya tinggi.

BACA JUGA: Dokter yang Sibuk Hadapi Ratusan Pasien Corona yang Terengah-engah di RS Giovanni Italia

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengatakan untuk ekspor masker dan alat kesehatan yang diperlukan, lebih baik distop lebih dulu. “Pastikan terlebih dahulu stok dalam negeri cukup. Kemudian, ketersediaan bahan baku untuk produksi alat kesehatan dalam menghadapi situasi ini,” jelas Jokowi. Upaya tersebut disambut baik. Rencana pemerintah menghentikan sementara ekspor masker untuk sementara waktu guna memastikan kebutuhan dalam negeri terpenuhi. “Tetapi saya harap ini benar-benar dilaksanakan dan awasi betul. Agar tidak ada pihak-pihak yang mencoba memanfaatkan kondisi ini untuk mendulang keuntungan besar di tengah sulitnya masyarakat mendapatkan kebutuhan ini,” ucap Rofik. Terpisah, Anggota DPR RI komisi IV yang membidangi pertanian dan pangan, Hamid Noor Yasin menanggapi janji kementerian pertanian yang mengatakan, stok 11 kebutuhan pangan dalam kondisi aman. Pasalnya, beberapa hari ini dirinya mendapat laporan terkait regulasi kementerian perdagangan yang makin memperbesar kran impor bawang putih. Bukan hanya itu, politisi PKS ini juga mendapat masukan terkait arahan Menko yang meminta mengeluarkan semua PI (persetujuan impor) bahan pokok seperti gula, beras dan sebagainya. “Ini kok tidak sejalan dengan antara keyakinan Menteri Pertanian yang menepis stok pangan saat ini dalam kondisi menipis. Sehingga masyarakat tak perlu khawatir terjadinya kekurangan pasokan serta kenaikan harga barang. Di sisi lain, kran impor pangan dibuka,” terang Hamid.

BACA JUGA: Aisha, Nama Baru Putri Denada

Dia menyoroti pada hasil pengumuman Rapat terbatas (Ratas) Kabinet pada pembahasan pangan yang menyatakan pasokan cukup aman untuk 11 bahan pokok. Mestinya, lanjut dia, tidak ada opsi membuka kran impor. Monitoring yang menemukan kelangkaan beberapa komoditas, perlu diduga ada permainan pedagang besar yang nakal dengan pola permaian menahan stok. “Saat ini kan rupiah lagi jatuh. Tentu barang yang masuk dari luar akan menggerus devisa. Sebaiknya opsi Impor diabaikan dengan mengoptimalkan potensi dari dalam negeri. Ketersediaan pangan di undang-undang pangan itu bukan berasal dari impor. Tetapi disediakan dari negeri sendiri. Ini yang dimaksud Kedaulatan Pangan,” urainya. Ia menyarankan pemerintah agar penanganan COVID -19 diharapkan tidak akan menganggu aktivitas usaha tani. Baik musim panen dan persiapan pertanaman berikutnya. Regulasi khusus untuk mendukung dan mempermudah aktivitas usaha tani pertanian terutama dalam penyediaan pangan, menjadi sangat strategis. “Saya meminta kepada pemerintah, agar ada statement dan regulasi yang ditetapkan untuk memastikan pendapatan petani yang memadai dengan kepastian harga yang baik. Tidak diganggu akitivitas impor. Yang penting bagi seluruh masyarakat, ada jaminan akses pangan yang mudah di dapat dengan harga normal,” pungkas Hamid Yasin. (khf/fin/rh)

Sumber: