Timnas Pilih Jersey Lokal

Timnas Pilih Jersey Lokal

JAKARTA - Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) mempercayakan jersey atau apparel tim nasional Indonesia kepada produk dalam negeri, hasil karya anak bangsa. Tentunya kita boleh berbangga diri, karena jersey dengan segala turunan apparel skuad Garuda kini bukan lagi produk Amerika Serikat atau Eropa. Bukan pula produk negara tetangga seperti yang semula ramai dikabarkan. Ya, PSSI memilih Mills Sport sebagai apparel Timnas Indonesia. Mills sendiri adalah produsen jersey yang memiliki pabrik di Tangerang, Banten. Menurut Ketua PSSI Muhammad Iriawan , ada beberapa hal yang membuat dirinya mengambil keputusan tersebut. Salah satunya adalah menuruti arahan Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo yang meminta untuk menggalakan produk-produk lokal, hasil karya anak bangsa. "Keputusan memilih produksi dalam negeri untuk jersey dan seluruh apparel tim nasional diambil karena PSSI mendukung arahan Presiden Jokowi," ujar jenderal polisi bintang tiga itu seperti keterangan tertulis yang diterima Fajar Indonesia Network (FIN), Jumat (20/3).

BACA JUGA: Update Covid-19 di Indonesia 20 Maret: 369 Kasus, 32 Meninggal

Selain itu, pria kelahiran 31 Maret 1962 itu mengatakan keputusan ini juga diambil demi menggerakan usaha kecil serta memperkenalkan produk dalam negeri secara luas, terutama saat timnas berlaga dalam ajang internasional. Menurutnya, produk dalam negeri, hasil karya anak bangsa cukup kompetitif dengan produsen ternama dari luar negeri seperti dari Asia, Eropa bahkan Amerika Serikat. "Dengan memilih hasil karya anak negeri, otomatis pula akan menggerakkan usaha kecil dan menengah, serta membuka lapangan kerja bagi saudara-saudara kita di lokasi pabrik tempat perusahaan itu berada," tegasnya. Dengan kata lain, Timnas Indonesia yang bakal tampil di ajang AFF, PIala Asia, Pra Piala Dunia maupun Piala Dunia U-10 2021 sudah dipastikan akan menggunakan jersey produk anak bangsa tersebut. "Keputusan ini juga akan membuat kita semakin bangga dan percaya diri bahwa hasil karya anak negeri akan dikenal secara luas mendunia, terutama saat timnas kita berlaga di ajang internasional. Kalau bukan kita yang berbangga pada produksi berkualitas dari dalam negeri, lalu siapa lagi?," tuntasnya. Menariknya, kerjasama ini memiliki cakupan yang cukup luas. Sponsor tersebut tidak hanya menyediakan apparel untuk tim nasional, tetapi juga untuk kebutuhan kursus wasit dan kepelatihan yang diselengarakan PSSI. Berbicara mengenai jersey, tim peserta Liga 1 Indonesia 2020, Persija Jakarta juga membuat terobosan dengan untuk memproteksi ide dan desain jersey Macan Kemayoran -julukan Persija-. Ya, tim kebanggaan masyarakat Ibu Kota itu telah mendaftarkan desain jersey mereka kepada Hak Kekayaan Intelektual (HKI).

BACA JUGA: Dua Warga Pendatang Negatif Corona

Dengan langkah ini maka seluruh desain jersey Persija dilindungi Undang-Undang No 31 Tahun 2000 tentang desain industri, yang salah satu di dalamnya mengatur tentang hak desain industri. Dengan kata lain langkah ini dilakukan guna menghindari adanya pemalsuan jersey Macan Kemayoran. Manajemen Persija Jakarta, mendaftarakan seluruh jersey mereka seperti, seragam kandang, tandang, alternatif dan tiga jersey penjaga gawang. Selain itu desain jersey, mereka juga mendaftarkan logo Persija dan JUARA sebagai apparel resmi. Hal ini membuat segala bentuk penggunaan logo Persija dan JUARA dalam bentuk produksi tanpa izin akan diganjar hukuman. Dengan kata lain, hal ini membuat seluruh pihak tidak lagi dapat memalsukan segala bentuk aset Persija. Karena apabila terbukti memalsukan, sesuai UU No 31 Tahun 2000 pasal 54 para tersangka dapat di jatuhi hukuman pidana atau denda uang mencapai Rp 300 juta. Dikatakan, Direktur Utama Persija, Ambono Januarianto langkah tersebut diakukan demi melindungi aset-aset yang dimiliki oleh tim Macan Kemayoran. "Sepak bola kini sudah memasuki dunia industri tidak terkecuali di Indonesia,” ucap Januarianto dilansir dari situs resmi Persija, kemarin. Lebih lanjut, Januarianto mengatakan keinginan manajemen untuk memberantas pemalsuan merupakan dasar Persija melakukan pendaftaran ke HKI. "Sebagai klub profesional, manajemen ingin tidak ada lagi tindakan yang merugikan seperti pemalsuan desain jersey dan bentuk-bentuk lainnya,” tuntasnya. (fin/tgr)

Sumber: