Presiden Sporting Lisbon Jadi Dokter Corona

Presiden Sporting Lisbon Jadi Dokter Corona

LISABON - Liga Portugal merupakan satu dari sekian liga elit Eropa yang menjadi korban pandemi virus korona. Mereka harus menunda kompetisi tanpa batas waktu yang ditentukan. Di saat klub meliburkan para pemainnya, Presiden Sporting Lisabon, Frederico Varandas malah melakukan hal yang luar biasa. Ia menawarkan jasanya sebagai dokter kepada posko tenaga medis setempat selama pandemi berlangsung. Kendati seorang presiden klub elit Portugal, pria berusia 40 tahun memiliki latar belakang pendidikan kedokteran. Varandas diketahui seorang dokter spesialis dalam Ilmu kedokteran olahraga, fisik dan rehabilitasi (PM&R). Melalui Instagram, tawaran ini diberikan karena terpanggil untuk menyelamatkan Portugal dari pandemi Covid-19. "Ini bukanlah pengabdian hanya untuk menyelamatkan generasi orang tua dan kakek nenek kami, tetapi juga untuk generasi masa depan yang kini tercekik oleh krisis ekonomi serius lainnya," kata Varandas dilansir dari ESPN. "Untuk mereka semua, untuk Portugal, ayolah! Masing-masing (punya peran) dengan caranya sendiri," tambahnya. Melalui Instagram, ia juga meminta para tenaga medis yang kini bekerja di klub-klub Liga Portugal ikut melakukan hal yang sama. "Beberapa merawat orang sakit, yang lain membuat roti, yang lain memberi tahu , yang lain mengerjakan layanan mereka untuk menjaga ekonomi dan negara tetap terjaga," terangnya. "Saatnya kita dipanggil untuk bela negara, hari ini saya akan kembali melakukannya (sebagai dokter) selama keadaan darurat masih berlanjut dan saya akan kembali melakukannya selalu selama Portugal membutuhkannya. Ayo lakukan, mari kita lakukan dengan segalanya," tambahnya. Varandas, yang telah menjabat sebagai presiden klub sejak 2018, sebelumnya lulus dari Sekolah Kedokteran Militer Portugal. Jabatan terakhirnya adalah kapten medis. Sebelumnya, Pemerintah Portugal mengumumkan darurat nasional virus Corona selama 15 hari ke depan, Kamis (19/3). Kebijakan itu diharapkan akan mengurangi pergerakan masyarakat untuk menekan angka penularan COVID-19 itu. "Ini adalah keputusan yang luar biasa untuk periode yang luar biasa," ujar Presiden Konservatif Marcelo Rebelo de Sousa dalam pidatonya yang disiarkan televisi lokal pada Rabu (18/3) malam waktu setempat, seperti dilansir AFP, Kamis (19/3) lalu. Federasi kedokteran olahraga Italia (FMSI) telah mendesak dalam sebuah pernyataan kepada lebih dari 4.000 dokternya untuk membantu mereka keluar dari krisis tersebut. Portugal sejauh ini melaporkan 642 kasus positif virus korona dengan dua kasus kematian. Pemerintah juga menegaskan bahwa jumlah kasus infeksi diperkirakan akan terus meningkat setidaknya hingga bulan April. (fin/tgr)

Sumber: