Sejumlah Mal dan Hotel Terdampak Virus Corona

Sejumlah Mal dan Hotel Terdampak Virus Corona

JAMBI – Merebaknya virus corona, juga mendera sektor ekonomi dan pengunjung tempat penginapan di Kota Jambi. Sejumlah apotek saat ini kekosongan stok masker, sanitizer dan alkohol. Hal tersebut diketahui saat beberapa anggota DPRD Kota Jambi meninjau tempat itu, Kamis (19/3). Seperti di Mall WTC Batanghari, telah mengalami penurunan pengunjung dan pendapatan mereka hingga 50 persen. Ini dikarenakan warga banyak memilih tak keluar rumah sebagai pencegahan penyebaran virus corona. “Beberapa hari ini sudah mengalami penurunan, baik pengunjung maupun pendapatan sendiri. Ya salah satunya, karena masyarakat memilih tidak keluar rumah agar tak terjangkit virus ini,” sebut Sahrul, Manager Operasional WTC Jambi. Sementara itu, pihaknya telah menyediakan sabun pencuci tangan di tiap pintu masuk Mall WTC Batanghari sekali pemeriksaan suhu tubuh pengunjung. “Bagi pengunjung yang suhu tubuhnya berada di atas normal, bukan berarti kami larang masuk. Namun kami sarankan agar menuju Command Center di Simpang Kawat atau Puskesmas terdekat,” timpalnya. Berbeda dengan Mall Jamtos. Dion selaku manger Mall Jamtos mengaku tak ada perubahan yang signifikan terhadap pengunjung mall tersebut. Bahkan dalam mengantisipasi penyebaran virus corona, pihaknya telah melakukan penyemprotan cairan disenfektan sebelum mall beroperasional. “Pagi-pagi sebelum buka kita semprot, baik pintu masuk, kamar mandi, bahkan eskalator juga kita semprot,” kata dia. Senada turut dikatakan oleh Deni, Manager Swalayan Mandala Pasar. Menurutnya, jumlah pembeli masih normal. Hanya saja memang, pihaknya mengaku kesulitan untuk mendapatkan alat pengukur suhu badan. “Iya kita kemarin sudah pesan, tapi dicancel sama penjualnya. Sehingga kita masih pesan sama penjual lainnya dan menunggu datang. Kalau panic buying tidak ada kok,” singkatnya. Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Kota Jambi, Jasrul menyebutkan, sejumlah mall sudah mengikuti instruksi Walikota Jambi dalam melakukan pencegahan penyebaran virus corona. Di antaranya dengan menyediakan sabun pencuci tangan dan penukuran suhu tubuh. “Semua sudah mengikuti, tadi memna gada salah satu apotek di dalam mall kehabisan masker, alkohol, dan sanitizer. Itu memang dari distributornya juga kosong, sehingga memang sulit didapat,” jelasnya. Tak hanya mall-mall yang mengalami dampak corona. Namun juga hotel-hotel di Kota Jambi jguga mengalami penurunan jumlah pengunjung. Ketua Komisi I DPRD KOTa Jambi, Absar Surwansyah membenarkan hal tersebut. “Tinjauan kami, memang mereka sudah melakukan kesiapsiagaan penyebaran virus corona. Namun, beberapa hotel mengalami penurunan pengunjung. Seperti Swiss Bell itu, turun pengunjungnya,” ungkapnya. Terpisah, Pengadilan Negeri Jambi juga mulai menerapkan pembatasan pengunjung yang mengikuti persidangan. Meski persidangan masih dilakukan, namun beberapa sidang dengan masa penahanan yang cukup lama ditunda selama 2 minggu. Pantauan di lapangan, tim Dinas Kesehatan dan DLH Kota Jambi, melakukan penyemprotan cairan disinfektan seluruh ruangan. Petugas menyemprotkan cairan disinfektan ke benda-benda di area pengadilan, seperti handle pintu, meja dan kursi, pegangan tangga, lemari, kursi, di area tunggu pengunjung sidang. Ketua Pengadilan Negeri Jambi Jon Effredi didampingi Yandri Roni, Humas Pengadilan Jambi, mengatakan, penyemprotan ini dibantu Pemkot Jambi untuk mencegah virus corona. Secara khusus tidak ada perubahan dalam proses persidangan. Namun, sesuai dengan surat edaran Sekretaris Mahakmah Agung dan peradilan di bawahnya, diminta melakukan usaha-usaha pencegahan dengan pengaturan jadwal sidang. Dan diminta juga untuk menyediakan tempat hand sanitizer. “MA menyerahkan pengaturan sidang kepada majelis hakim selama 14 hari ke depan. Kita juga menyediakan hand sanitiser dan termometer untuk melihat suhu tubuh pengunjung sidang. Hanya saja, kami sangat sulit mendapatkan alat pendeteksi suhu tubuh itu,” ungkapnya. Selain itu, setiap sidang akan diatur jumlah pengunjung. Yandri Roni mengatakan, memang benar sudah ada intruksi terkait antisipasi virus Corona. Meski begitu, kegiatan persidangan masih tetap dilakukan seperti biasa. "Sidang tetap jalan seperti biasa, khususnya persidangan yang hampir habis masa persidangannya. Untuk masa penahanan terdakwa yang masih lama, maka akan ditunda selama dua minggu,” tandasnya. (zen/ira)

Sumber: