Warga Susah Cari Gula Pasir

Warga Susah Cari Gula Pasir

PURWOKERTO - Sejumlah warga mengeluhkan kelangkaan gula pasir. Akibatnya, mereka pun beralih ke gula jawa. "Iya, di warung juga langka," kata Anggit F, salah satu warga Kalibagor kepada Radar Banyumas. Warga lain, Widya juga mengatakan hal sama. Dia yang bekerja di Sokaraja mengaku susah mencari gula pasir.

BACA JUGA: Tetap Waspada Laksanakan Salat Jumat

Sementara itu, berdasar data monitoring harga di Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Dinperindag) Kabupaten Banyumas, harga rata-rata gula pasir di Pasar Sokaraja, Pasar Wage, dan Pasar Manis masih diharga 17.000 per kilogramnya, kemarin (19/3). "Untuk gula pasir masih 17.000 ribu di pasaran belum turun, karena menunggu itu belum panen, satu pabrik gulanya belum giling dan untuk impornhya juga belum, mungkin akhir Maret atau awal April itu mungkin harga baru stabil kembali," kata Juni Setijarsih, Kasi Informasi dan Promosi Dagang Dinperindag Banyumas.

BACA JUGA: TNI Ambil Alkes Covid-19 di Cina

Selain harga Gula Pasir yang belum stabil, harga cabai rawit merah kembali lagi mengalami kenaikan dari harga rata-rata 35.333 pada (12/3) sebelumnya di pasar itu, menjadi 47.333 (19/3). "Cabai naik lagi, dari kemarin naik harganya, mungkin karena hujan apa yah, karena yang namanya harga komoditas seperti itukan, satu karena hujan dua karena pasokan. Jadi naik turunnya seperti itu, dan posisi sekarang lagi naik," pungkasnya. (win)

Sumber: