Kekhawatiran Corona Meluas, Starbucks di AS Pilih Tutup Sebagian Gerai

Kekhawatiran Corona Meluas, Starbucks di AS Pilih Tutup Sebagian Gerai

WASHINGTON-Penyebaran virus corona di Amerika membuat Starbucks ikut khawatir. Produsen dan rantai kedai kopi itu mengumumkan akan menutup sebagian besar kafe yang dioperasikan di seluruh Amerika utara selama dua pekan. Mereka juga membatasi layanannya hanya untuk drive-through. Keputusan berat ini diambil Starbucks untuk membantu menahan penyebaran virus corona yang makin mengkhawatirkan. "Mari hadapi kenyataan. Kopi latte bukan sesuatu yang sangat penting. Namun, pada saat krisis, pemerintah meminta gerai makanan dan minuman yang aman untuk tetap buka jika memungkinkan untuk layanan ambil, drive through, atau pengiriman," kata Presiden Direktur Starbucks untuk bisnis di AS dan Kanada Rossann Williams,. Namun, untuk gerai Starbucks di sekitar rumah sakit dan pusat perawatan kesehatan masih buka seperti biasa. Sedangkan untuk mitra lisensinya, Starbucks sepenuhnya akan menyerahkan keputusan tetap buka atau tutup kepada mereka. Namun, salah satu perusahaan kedai kopi terbesar di AS ini akan membayar kompensasi semua mitra toko selama 30 hari ke depan jika mereka memutuskan untuk menutup. Negara bagian New York, Illinois dan Connecticut pada Jumat (20/3) semuanya mengikuti langkah California yang meminta warga di sana untuk tetap tinggal di rumah, menerapkan gerakan jaga jarak sosial yang selama ini belum diterapkan di ketiga negara bagian AS itu. Pembatasan ini membuat sebagian besar tempat kerja tutup dan mengharuskan penduduk untuk tetap di dalam rumah kecuali untuk perjalanan ke toko bahan makanan, apotek, pom bensin dan urusan penting lainnya. Di AS, COVID 19 telah menginfeksi hampir 14.400 orang dengan jumlah kematian saat ini lebih dari 200. (wsa/fin/ant/rtr)

Sumber: