Innalillahi, Dalam Sehari 800 Orang Tewas di Italia

Innalillahi, Dalam Sehari 800 Orang Tewas di Italia

ROMA- Kematian akibat covid-19 di Italia makin memburuk. Pada Ahad (22/3) dilaporkan sebanyak 800 orang meninggal akibat corona. Kini jumlah total kematian di Italia mencapai 4,825 orang. Jumlah ini melewati Cina dengan jumlah kematian 3,255. Sementara yang terinfeksi di Italia sebesar 53,578. Sementara Cina 81,008. Cina kini telah pulih. Sejauh ini sebanyak 71,740 orang dinyatakan sembuh di Cina. Sebagian rumah sakit darurat telah tutup. Dalam sehari, di Cina hampir tidak terdapat kasus baru. Sebaliknya di Italia, angka kematian terus melonjak. Pada Sabtu (21/3) kemarin, sekitar 600 orang lebih meninggal. Dan kini pada Ahad (22/3) kembali dilaporkan 800 orang meninggal akibat virus tersebut. Data yang diperoleh Institut Kesehatan Nasional (ISS) mengungkapkan, bahwa usia rata-rata orang Italia yang meninggal adalah 78 tahun ke atas. Dan termuda adalah 31 tahun. Persentasenya, sekitar 41 persen dari mereka yang meninggal berusia antara 80 sampai 89 tahun, dengan kelompok usia 70-79 meninggal lebih dari 35%. Diketahui, Italia adalah Negara dengan populasi manusia yang tertua di dunia setelah Jepang, dengan sekitar 23% orang berusia di atas 65 tahun.  Sehingga, para ahli medis mengatakan demografi ini dapat menjelaskan mengapa jumlah kematian akibat covid-19 di Italia jauh lebih tinggi daripada di tempat lain di dunia. Kepala Institut Kesehatan Nasional (ISS) Silvio Brusaferro mendesak para lansia untuk tetap berada di rumah-rumah mereka. "Jika Anda tidak mengikuti semua langkah (pemerintah), Anda membuat semuanya lebih sulit," kata pakar medis top Italia dikutip AFP, Ahad (22/3). "Jika kamu melakukannya, kita bisa membuat wabah ini melambat." Sambungnya. Italia telah dikunci. Pertemuan publik dibatasi. Bar, pertunjukan musik, diskotik, tempat hiburan mal telah dilarang beroperasi sementara. Mereka yang keluar untuk jalan-jalan didenda jika mereka melanggar aturan. (dal/fin).

Sumber: