Terpapar di Zona Merah

Terpapar di Zona Merah

MILAN - Regional Lombardia di Italia menjadi kawasan yang sudah 100 persen membatasi warganya keluar dari kawasan untuk mengatasi penyebaran virus korona. Bukan main-main, dengan angka kematian 3.095 atau sekitar 64 persen dari total kematian di negeri Pisa tersebut, semua warga dilarang berpergian termasuk para punggawa AC Milan yang kotanya masuk dalam regional tersebut. Sayangnya, imbauan tersebut masih dianggap sebelah mata. Hal itu membuat wakil presiden Palang Merah China, Sun Shoupeng yang dikirim ke Italia sebagai bala bantuan berang. Ia menyebut bahwa upaya lockdown yang dilakukan pemerintah terbilang longgar. "Di Milan, area yang terkena paling parah oleh Covid-19, tindakan lockdown sangat kendor," kata "Saya bisa melihat transportasi umum masih beroperasi, orang-orang masih bepergian, masih berkumpul di hotel-hotel dan mereka tidak memakai masker," ujar dia dikutip South China Morning Post. Benar saja, Sabtu (21/3) atau Minggu (22/3) dini hari WIB, apa yang dikhawatirkan Sun Shoupeng terjadi. Kali ini korbannya bukan warga biasa, melainkan public figure. Direktur Teknik AC Milan Paolo Maldini dan putranya yang juga pemain Rossoneri, Daniel Maldini terpapar virus korona. Selang beberapa jam, kabar mengejutkan juga datang dari Striker Juventus Paulo Dybala yang divonis positif mengidap Covid-19. "AC Milan mengonfirmasi bahwa Paolo Maldini, Direktur Teknis klub kami, menunjukkan gejala virus Covid-19,” bunyi pernyataan dari AC Milan. Pihak AC Milan menyebut, Maldini terpapar setelah melakukan kontak dengan seseorang yang kemudian dites positif terkena virus korona. "Setelah kami lakukan tes dan hasilnya positif. Putranya Daniel, pemain depan tim muda AC Milan yang sebelumnya berlatih bersama Tim Utama, juga dinyatakan positif," tulis mereka. Kendati demikian, Milan menyebut kondisi keduanya dalam keadaan stabil meski masih dalam isolasi mandiri. "Paolo dan Daniel baik-baik saja dan telah menyelesaikan isolasi selama dua pekan. Mereka kini masih di karantina sampai pulih secara klinis, sesuai dengan protokol medis yang digariskan oleh otoritas kesehatan," tulis Milan. Diketahui, Daniel yang baru berulang tahun ke-18 bulan lalu menjadi generasi ketiga keluarga Maldini yang mengenakan jersey Milan di Serie A. Paolo berusia 51 tahun dan merupakan legenda klub sebagai bek, kembali menjadi direktur teknis AC Milan, pertengahan 2018 silam. Keduanya, merupakan skuat Milan pertama yang positif terjangkit korona. Di Kota Turin, selang beberapa jam setelah pengumuman tersebut. Juventus mengonfirmasi Paulo Dybala menjadi pemain ketiga Bianconerri yang positif Covid-19. Pemberitahuan ini hanya sepekan setelah Juventus memberikan izin empat pemain lainnya untuk pulang kampung dan meninggalkan masa karantina nasional Italia. Mereka yang mudik adalah Douglas Costa (Brasil) menyusul Gonzalo Higuain (Argentina), Miralem Pjanic (Bosnia-Herzegovina), dan Sami Khedira (Jerman) pulang kampung ke negaranya. Sebelumnya, Juventus memberlakukan karantina selama dua pekan sejak bek Danielle Rugani dinyatakan positif pada Rabu (11/3) lalu.Karantian yang seharusnya berakhir pada 25 Maret harus dilanggar. Empat pemain Juventus ternyata bisa meninggalkan Italia dengan persetujuan tim. Dilansir dari Football Italia, pihak Juventus mengaku pemberian izin dilakukan setelah ke empat pemainnya negatif dari virus asal Wuhan tersebut. Ditambah lagi, karantina tersebut bersifat suka rela sehingga tidak mewajibkan pemain mengikuti tenggat tertentu. Namun bagi Rinaldo Romanelli, apa yang dilakukan Juventus adalah sesuatu yang fatal. Pria yang juga pengacara kondang Italia dan pakar kebijakan publik menyebut, Bianconerri terlalu meremehkan isolasi dari virus telah merengut ribuan warga Italia tersebut. "Isolasi merupakan kewajiban siapapun yang berada di wilayah zona merah termasuk Turin. Yang ingin saya tahu siapa yang mengizinkan pemain Juventus bisa meninggalkan Italia? Tidak ada hukum atau dekrit yang menyatakan seseorang boleh meninggalkan rumahnya dari karantina, apalagi pergi ke negara lain," katanya. "Mereka yang boleh keluar masuk adalah personel militer yang kembali dari dinas luar negeri atau pekerja medis yang tidak beresiko. Pengecualian ini jelas tidak berlaku bagi pemain sepak bola. Bisa saja mereka yang juga diberikan akses keluar terdampak korona di tengah perjalanan pulang, siapa tahu," tandasnya. (fin/tgr)

Sumber: