Barca Siapkan Opsi Potong Gaji

Barca Siapkan Opsi Potong Gaji

BARCELONA - Pandemi virus korona membuat sejumlah klub La liga merugi. Penundaan liga dan kompetisi Liga Champions tidak hanya mencekik klub kecil, klub sebesar Barcelona pun ikut menjerit atas fenomena ini. Ketiadaan pertandingan berhasil memotong semua pemasukan tiket klub asal Catalunya, Hilangnya pendapatan dari hak siar televisi, merchandise dan kontrak produk lainnya memaksa Barcelona menyiapkan opsi pemotongan gaji pemain sementara. Dilansir dari sumber Barca kepada ESPN, pertimbangan tersebut akan diputuskan pekan ini. Pemotongan gaji menjadi solusi untuk meredam dampak ekonomi yang disebabkan pandemi tersebut. Dikabarkan, sejumlah para pemain Blaugrana telah memahami kondisi tersebut dan memberikan lampu hijau bagi klub untuk sementara memotong gaji mereka. Dalam konferensi jarak jauh oleh anggota dewan klub, Presiden Barca Josep Maria Bartomeu menjelaskan kepada sesama anggota bahwa situasi keuangan mereka dalam kondisi rumit, Jumat (20/3). "Kendati demikian, Barcelona belum mempertimbangkan kebijakan PHK sementara, dengan catatan gaji para pemain dipotong untuk menutupi sejumlah pengeluaran operasional mereka," tulis ESPN. Dilansir dari Global Sports Salary Survey, para pemain Barcelona berada di urutan teratas dengan gaji tertinggi di Eropa. Jika dirata-rata, setiap pemain mendapat gaji lebih dari EUR 11 juta atau setara Rp186 miliar per musim. Striker Barca Lionel Messi didapuk sebagai pemain dengan gaji tertinggi yakni EUR 70 juta atau Rp1,1 triliun per musim (selengkapnya lihat infografis).

BACA JUGA: SALAHKAN KPU, JANGAN CORONA!

Pertimbangan pemotongan gaji tersebut masih akan dibicarakan oleh serikat pekerja yang mewakili Badan Pemain Profesional Spanyol (AFE) untuk mencoba mencari jalan keluar atas sejumlah keraguan ini. Sementara itu, CEO Barcelona Oscar Grau sedang dalam pembicaraan dengan La Liga dan klub lain di seluruh Eropa untuk mencari solusi ekonomi atas maslah ini. Presiden La Liga Javier Tebas menegaskan beberapa kali bahwa musim ini akan selesai begitu situasinya membaik. "Sangat penting bagi stabilitas keuangan Barcelona," sumber dari klub mengatakan kepada ESPN sambil menunjukkan sejumlah besar pendapatan yang berpotensi diperoleh di Liga Champions. "Klub lain yang telah melakukan pekerjaan mereka tetapi Barca harus terus berjuang untuk gelar La Liga dan untuk terus maju di Liga Champions," tandasnya.

BACA JUGA: Wawancara Dimuat di Facebook, Perdana Menteri Italia Terlihat Panik

Sejak Liga Champions ditunda, dua pekan lalu, Barcelona sebenarnya telah meraih keuntungan berlimpah. Blaugrana memperoleh laba hingga EUR 22,1 juta atau setara Rp375 miliar hanya dari babak penyisihan grup. Keuntungan itu terus berlipat menjadi EUR 37.5 juta atau setara Rp636 miliar jika mereka lolos ke partai final. Jika Barca lolos menjadi juara, Lionel Messi cs akan menghasilkan EUR 4 juta lebih untuk kas Camp Nou plus tambahan EUR 3,5 juta di Piala Super UEFA. Hingga berita ini beredar, problem keuangan Barcelona dan klub La Liga lainnya masih dalam ketidakpastian. Barca telah menutup toko marchendise resmi mereka, museum klub, akademi di seluruh dunia, dan stadion Camp Nou akibat ketiadaan uang dari tiket penonton dan VIP. Sumber mengatakan kepada ESPN bahwa Barcelona telah menemukan sumber pendapatan penting dari departemen pemasaran karena penjualan jersey meningkat secara online tetapi uang itu tidak cukup untuk menambal ongkos operasionalnya. (fin/tgr)

Sumber: