Peta Sebaran Covid-19 Mulai Digarap

Peta Sebaran Covid-19 Mulai Digarap

DEPOK - Gabungan tim Ahli dan Peneliti Universitas Indonesia (UI) mengembangkan sebuah Portal WebGIS (peta dalam jaringan/daring) untuk membantu pemerintah memetakan sebaran virus korona . Peta sebaran tersebut dapat diakses melalui laman https://qgiscloud.com/ardiansyah18/CORONA_INA_19032020/. Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi UI Abdul Haris menuturkan, portal ini mampu memetakan penduduk yang terinfeksi COVID-19, persebaran lokasi pasien yang positif terinfeksi Covid-19. Selain membantu pemerintah dalam memetakan daerah yang rawan kasus infeksi baru, portal juga dapat diakses mudah melalui komputer atau smartphone. "Penyebaran Covid-19 telah menjadi perhatian dunia, untuk itu, kami berupaya mengerahkan tim Ahli dan Peneliti UI untuk bersama-sama mengembangkan portal dengan peta sebaran secara akurat," katanya, Minggu (22/3). Portal analisis berbasis spasial (keruangan) ini awalnya dikembangkan oleh peneliti UI dari Departemen Geografi, Fakultas Matematikan dan Ilmu Pendidikan Alam (FMIPA) UI, Ardiansyah. Kemudian dilengkapi bersama-sama oleh tim peneliti dari Fakultas Ilmu Komputer (Fasilkom), Fakultas Kedokteran (FK), Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM), dan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) di bawah koordinasi Direktorat Inovasi dan Science Techno Park UI. "Saat ini tengah kita tingkatkan keakuratannya," ujar Haris.

BACA JUGA: Stop Polemik Lockdown

Portal ini memuat informasi berkenaan Gambaran persebaran lokasi pasien yang positif terinfeksi virus COVID-19 ; Orang dalam pengawasan (ODP), dan Pasien dalam pengawasan (PDP). Portal peta ini juga mampu menggambarkan tiga kelas berdasarkan status kerawanannya: Rawan Rendah, Sedang dan Tinggi. Daerah berklasifikasi Rawan Tinggi (ditandai dengan zona merah) ditandai oleh tiga hal yaitu, banyaknya penderita berdomisili di wilayah tersebut, lalu banyaknya jumlah dan dekatnya jarak penderita dengan fasilitas transportasi umum, dan kepadatan penduduk yang tinggi. "Kami juga memasukkan sejumlah parameter di peta tersebut. Seperti kepadatan jumlah penderita dalam luas wilayah tertentu, kepadatan penduduk masing-masing daerah, dan kepadatan sistem transportasi stasiun kereta api, halte bus, terminal, dan lainnya," tambahnya. Diketahui, data untuk portal peta daring ini dihimpun dari berbagai sumber Pemerintah Daerah dan Lembaga seperti Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Pemda DKI Jakarta, Pemda Jawa Barat, dan lain-lain. Portal ini disempurnakan dengan masukan peneliti dari Departemen Epidemiologi FKM, FKUI, Fasilkom, dan dari mitra BUMN seperti Telkom Indonesia.

BACA JUGA: Aktris Cantik Andrea Dian Umumkan Terinfeksi Corona

"Dalam diskusi intensif antara UI dan PT Telkom Indonesia, Divisi Big Data, Internet of Things (IoT) and Research dari Telkom juga telah menyatakan ketertarikan untuk bekerja sama dan menggunakan komponen analisis spasial ini untuk melengkapi portal dan sistem informasi yang telah mereka bangun secara terpisah," terang Haris. "Ke depan, diharapkan bahwa big data yang dimiliki oleh Telkom sebagai penyelenggara layanan seluler terbesar di Indonesia dapat mendukung input data bagi portal ini dan portal lain yang dapat membantu pengendalian persebaran virus corona,” tambahnya. (fin/tgr)

Sumber: