Optimalkan RS BUMN, TNI, dan Polri

Optimalkan RS BUMN, TNI, dan Polri

JAKARTA - Ratusan rumah sakit (RS) milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Tentara Nasional Indonesia (TNI), dan Polri diminta segera disiapkan untuk membantu penanganan wabah COVID-19. Terlebih penyebaran kasus COVID-19 di Indonesia semakin meluas. Ketua Gugus Tugas Penanganan COVID-19 yang juga Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo mengatakan penyebaran virus corona di Tanah Air semakin meluas. Karenanya dia mendesak agar rumah sakit-rumah sakit milik BUMN, TNI, dan Polri di daerah-daerah segera dioptimalisasikan. "Rumah sakit-rumah sakit pusat yang ada di daerah yakni milik TNI, Polri dan BUMN untuk sesegera mungkin dioptimalisasi dan disiapkan dengan baik," ujar Doni di Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Minggu (22/3).

BACA JUGA: Sebut Pecundang Politik, Musni Umar dan Fahri Hamzah Nasihati Jubir Presiden Fadjroel Rachmad

Dikatakannya, hal itu terkait dengan peningkatan jumlah masyarakat yang positif Corona. Untuk itu pemerintah mengambil langkah prioritas dengan mengoptimalkan semua sumber daya nasional baik yang ada di pusat maupun di daerah. Hingga Minggu (22/3), kasus positif COVID-19 di Indonesia, bertambah menjadi 514 kasus, 48 orang meninggal dan 29 orang sembuh. Pasien positif corona tersebar di provinsi. Dengan demikian, lanjutnya, seluruh kepala gugus tugas dalam hal ini adalah gubernur, bupati dan walikota yang mana wakilnya merupakan unsur-unsur dari TNI-Polri yaitu Pangdam dan Kapolda harus bisa melakukan perencanaan dengan baik. Menanggapi hal tersebut, Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri Komjen Pol Agus Andrianto menyebut 52 rumah sakit Polri di seluruh Indonesia siap untuk menangani pasien COVID-19. "Ada 52 rumah sakit yang sudah disiapkan di seluruh jajaran kepolisian. Ada klasifikasi I, II, III untuk melayani masyarakat, sekitar ada 2.000 kamar yang disiapkan mendukung warga masyarakat terhindar dari bahaya COVID-19," katanya di lokasi yang sama. Dicontohkannya, di DKI Jakarta, Polri menyiapkan RS Brimob yang memiliki 200 kamar dan RS Polri Kramat Jati yang menyiapkan 50 kamar khusus untuk menangani pasien penyakit infeksi saluran pernapasan menular karena virus corona generasi kedua (Severe Acute Respiratory Syndrome associated Coronavirus-2 (SARS-COV-2) tersebut. RS tersebut juga disiapkan dengan fasilitas alat bantu pernapasan dan alat kesehatan lain yang dibutuhkan oleh tenaga medis yang menangani COVID-19.

BACA JUGA: Peta Sebaran Covid-19 Mulai Digarap

"(Polri) Sudah siap dengan fasilitas respirator dan sebagainya," ujarnya. Sementara Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, menegaskan 109 rumah sakit milik TNI di seluruh Indonesia telah siap. rumah sakit-rumah sakit tersebut juga sedang menyiapkan ruang isolasi yang mampu menampung 10-30 pasien per-rumah sakit. "Untuk TNI sendiri, dari 109 RS mulai dari tingkat satu, tingkat dua, tingkat tiga, tingkat empat yang ada di seluruh Indonesia sudah dan sedang disiapkan sebagai ruang isolasi yang mampu menampung minimal 10-30 tempat tidur setiap RS," katanya. Dikatakannya, masyarakat di seluruh Indonesia bisa langsung masuk ke RS TNI itu apabila dinyatakan ada gejala penyakit mengarah ke COVID-19. "Semuanya di bawah kendali Kepala Gugus Tugas (Percepatan Penanganan COVID-19) baik di pusat maupun daerah," katanya. Menteri BUMN Erick Thohir pun mengatakan siap mengoptimalkan seluruh rumah sakit BUMN. tidak hanya itu, dia juga akan mengoptimalkan pengadaan berbagai peralatan dan perlengkapan medis serta alat pelindung diri dalam rangka mengatasi COVID-19. "APD (Alat Pelindung Diri) kami juga mengadakan pengadaan, BUMN juga mengadakan pengadaan semaksimal mungkin," katanya.(gw/fin)

Sumber: