Tempat Hiburan Belum Ditutup

Tempat Hiburan Belum Ditutup

JAKARTA - Tempat hiburan di Kota Tasikmalaya tidak terjamin keamanannya dari penularan virus Corona (Covid-19). Apalagi, peralatan standar seperti security healty maximum belum tersedia secara utuh dalam pemeriksaan petugas, Jumat (20/3) malam. Gugus Tugas Kota Tasikmalaya yang merupakan Tim Percepatan Penanganan Covid-19 melakukan pemeriksaan dan sosialisasi ke sejumlah tempat hiburan. Sasarannya adalah tempat karaoke dan bioskop di Kota Resik ini. Wakil Ketua Gugus Tugas Tim Percepatan Penanganan Covid-19 H Ucu Anwar menyebutkan tempat hiburan khususnya karaoke dan bioskop memiliki ruang yang tertutup bahkan tanpa ventilasi udara. Kondisi tersebut disinyalir mempermudah penularan virus Corona ketika pengunjung atau pegawai yang terjangkit. “Sangat rentan tersebar Corona,” ungkapnya kemarin. Dalam pemeriksaan tersebut, hampir semua tempat hiburan yang diperiksa belum memenuhi standar security healty maximum. Yakni penyediaan hand sanitizer, masker pegawai serta thermal gun atau pendeteksi suhu. “Rata-rata belum memenuhi standar,” katanya. Sementara ini, pihaknya masih memberi toleransi (belum menutup aktivitas, Red) kepada pengelola dan meminta sesegera mungkin untuk dilengkapi. Sambil, memberikan pengarahan kepada pegawai dan petugas keamanan untuk menerapkan prosedur keamanan. “Hand sanitizer harus benar-benar digunakan pengunjung, terus ketika ada pengunjung dengan suhu di atas 27 derajat harus dikoordinasikan bersama tim medis,” terangnya. Disinggung konsekuensi pengelola tempat hiburan yang ke depannya tidak mematuhi standar security healty maximum, kata Ucu, pihaknya akan memberi teguran. Tidak menutup kemungkinan ada tindakan tegas ketika masih ada yang membandel. “Tentunya kami akan laporkan dan menunggu arahan pimpinan,” tegasnya. Tempat hiburan yang diberi arahan yakni seperti Classic Karaoke, Cinema21, Akustik Karaoke, Moore Karaoke serta XXI Transmart) Salah satu tempat yang dicek yakni Moore Karaoke, Megi Ruminda sebagai pengelola mengaku sudah berupaya menyediakan perlengkapan sesuai standar. Hanya saja untuk hand sanitizer pihaknya baru bisa menyediakan di setiap lantai. “Belum bisa setiap ruangan karena susah dapatnya, untuk pendeteksi suhu sedang kita upayakan,” ujarnya. Di masa social distancing ini, Megi mengaku mengalami penurunan kunjungan secara drastis. Namun pihaknya tidak bisa apa-apa karena ini situasi ini sudah menjadi kebijakan pemerintah. “Sangat menurun, sampai 50%,” pungkasnya.(rga)  

Sumber: