Tongkang Tabrak Perahu Nelayan

Tongkang Tabrak Perahu Nelayan

PANDEGLANG – Kecelakaan laut terjadi antara kapal pengangkut batu bara TB Bamara 8 dan kapal nelayan KM Ju'uh di Perairan Karang Ranjang, Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK), Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, pukul 21.15 WIB Kamis (21/3). Akibat kecelakaan ini seorang nahkoda atas nama Ngali (40), warga Kampung Panghegar, Desa Muara, Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak dinyatakan hilang dan belum ditemukan hingga Minggu (22/3) sore. Sementara dua anak buah kapal yakni Hada (40), warga Kampung Coneang, dan Samsudin (35), warga Kampung Kediri, Desa Cikiruh Wetan, Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang berhasil selamat setelah selama satu jam dan meminta tolong nelayan yang sedang melaut di perairan tersebut.

BACA JUGA: SBY: Selamat Bertugas Pak Jokowi, Badai Belum Berlalu

Hingga kini Satuan Polisi Perairan (Satpolair) Polres Pandeglang dibantu petugas Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banten tengah melakukan pencarian terhadap korban yang diduga tenggelam dan terbawa arus laut. Kepala Satpolair Polres Pandeglang AKP Dwi Hari Bagio membenarkan, kasus kecelakaan laut antara kapal tongkang bernama TB Bamara 8 yang menabrak perahu nelayan KM Ju'uh yang sedang labuh jangkar di Perairan Karang Ranjang, TNUK terjadi pada Kamis (19/3) sekitar pukul 21.15 WIB. Akibat kejadian itu membuat perahu KM Ju'uh rusak, dan satu orang nakoda diduga tenggelam. "Peristiwa ini mengakibatkan perahu milik nelayan rusak dan tenggelam, sampai mengakibatkan korban jiwa. Korban sekarang dalam tahap pencarian," katanya. Hari menerangkan, KM Ju'uh berpenumpang tiga orang nelayan. Saat tabrakan terjadi, dua orang nelayan berhasil selamat dari kecelakaan tersebut. "Ketika tabrakan terjadi diduga saat itu Ngali sedang tertidur di atas perahu. Untuk dua korban selamat, mereka berenang selama 1 jam dengan mendekati perahu lainnya yang malam itu sedang mencari ikan tidak jauh dari tempat kejadian perkara," ujarnya.

BACA JUGA: 6 Dokter Meninggal, Pemerintah Berduka

Camat Sumur Heru mengatakan, berdasarkan informasi pihaknya juga tengah berkoordinasi dengan pihak berwajib untuk mencari korban. "Informasinya korban sudah dilakukan pencarian dan kami berharap jika ada nelayan yang melihat segera melaporkan ke pihak berwajib," ujarnya. Kepala Basarnas Banten Muhammad Zaenal Arifin menyebutkan pencarian melibatkan tim Basarnas, Satpolair Polres Pandeglang, dan Ditpolairud Polda Banten menggunakan perahu karet dibantu masyarakat. "Saat ini lokasi pencarian cuaca berawan, angin bertiup dari arah barat dengan ketinggian gelombang mencapai dua meter. Mudah-mudahan korban dapat ditemukan," ujarnya. (yanadi/hendra)

Sumber: