Mal Sepi, Omset Turun

Mal Sepi, Omset Turun

JAMBI – Maraknya wabah virus corona membuat masyarakat resah. Sejumlah pedagang pun turut terkena imbasnya. Mall pun sepi pengunjung. “Seminggu ini sepi bang, gak seperti biasanya. Padahal kalau hari libur biasanya ramai,” kata Rani, penjual baju di Mall WTC Batanghari, Minggu (22/3). Kata dia sepinya pengunjung berdamapak pada omset penjualannya. Biasanya dalam bulan bisa menghasilkan Rp 50 juta. Kini Rani hanya memperoleh Rp 500 ribu hingga Rp 700 ribu perharinya. “Paling nanti cuma dapat setengahnya lah bang, sepi soalnya,” tambahnya. Pantauan di lapangan, memang kondisi Mall WTC Jambi terlihat sepi, mulai dari lantai dasar hingga lantai empat. Tak banyak pengunjung mall yang berjalan atau masuk ke dalam toko pakaian atau tempat makanan dan lain sebagainya. “Walaupun sepi, ada lah yang beli bang, tapi gak seperti biasanya,” sebut Rani. Hal yang sama dikatakan oleh pedagang lainnya yang menjual sosis di lantai empat. “Memang sepi beberapa hari ini,” kata dia. Saat itu, juga terlihat beberapa tempat permainan yang kerap kali dikunjungi oleh banyak orang untuk bermain bersama anaknya juga terlihat sepi. Berbeda di Pasar Angso Duo. Pengunjung masih terlihat ramai untuk belanja dan memenuhi kebutuhannya. Namun, corona juga menggangu jalan masuknya impor sembako dari luar negeri, seperti bawang yang kini kembali naik karena kurangnya stok di Jambi. Perkilonya bawang putih mencapai Rp 40 ribu dari harga sebelumnya Rp 38 ribu perkilogramnya. “Biasa lah bang, barang impor masih ditahan jadi belum ada masuk,” singkat Dodi pedagang bawang di Pasar Angso Duo. Selain itu, untuk harga bahan pokok lainnya masih stabil dan belum ada kenaikan. Salah satunya yakni cabai merah hanya Rp 32 ribu perkilogramnya, kemudian bawang merah mencapai Rp 28 ribu perkilo. Lalu untuk daging ayam juga perlahan naik yang kini mencapai Rp 31 ribu perkilogramnya. Menyikapi hal tersebut, Plt Disperindah, Ani mengatakan memang ada kenaikan namun tak begitu signifikan. Untuk bawang sendiri juga sudah nasional, kenaikan harga bukan hanya di Jambi saja. “Harga bawang tidak terlalu tinggi dari sebelumnya, tapi ini masih terus kita pantau,” kata dia. Lanjutnya, untuk saat ini stok semua sembako di Provinsi Jambi masih tergolong aman, seperti bawang, cabai dan lain sebagaiannya. “Untuk tiga bulan kedepan masih aman, tadi saya juga sudah cek ke pasar kalau ketersediaan barang aman, hanya saja soal harga yang sedikit naik,” tambahnya. (slt)

Sumber: