Jam Kerja ASN Pemkot Dipersingkat

Jam Kerja ASN Pemkot Dipersingkat

BENGKULU – Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Kesiapan Penanganan dan Kewaspadaan Virus Corona. Rakor yang dilakukan di ruang Hidayah kantor Walikota Bengkulu memutuskan kalau ASN Pemkot Bengkulu tetap masuk kerja, alias tidak diliburkan. Akan tetapi selama wabah virus Corona ini masih ada, ASN tidak diperbolehkan melakukan apel pagi. Masuk pukul 09.00 WIB dan pulang pukul 15.00 WIB. Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bengkulu Marjon, M.Pd menjelaskan, pertimbangan mengapa ASN tidak diliburkan, meskipun dengan kondisi resah dengan virus Corona, masyarakat masih membutuhkan pelayanan pemerintah di saat tertentu. seperti Dukcapil dan puskesmas. Apabila kedua instansi ini tutup, bagaimana masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan dan pelayanan kependudukan. “Kita ini kerja untuk negara, untuk memberikan pelayanan bagi masyarakat. Jadi saya harap untuk semua ASN harus memaklumi keputusan ini. Selain itu untuk menjaga keamanan dan kenyamanan ASN yang bekerja, kita sudah melakukan penganggaran untuk pengadaan APD (Alat pelindung diri) yang akan diberikan ke OPD di setiap Pemkot Bengkulu,” ungkapnya.

BACA JUGA: Guru Besar UGM Meninggal Dunia akibat COVID-19

Sementara itu, Pemkot Bengkulu melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) akan menganggarkan dana sebesar Rp 1 miliar untuk membeli alat pelindung diri dan bilik sterilisasi untuk mencegah penyebaran virus corona. Untuk satu unit alat bilik sterilisasi tersebut, harganya mencapai Rp 160 juta. Kepala Dinas Kesehatan Kota Bengkulu, Susilawaty menjelaskan, kalau anggaran sebesar 1 miliar ini nantinya akan membeli disinfektan, hand sanitizer, sarung tangan, masker, baju pelindung diri, dan bilik sterilisasi tersebut. Untuk semua petugas yang melakukan kegiatan untuk melakukan pencegahan akan dilindungi dengan sangat ketat. “Semua APD yang akan dibeli ini nantinya akan dibagikan untuk rumah sakit, klinik, puskesmas untuk memenuhi semua kebutuhan mereka. Semoga dengan ada bantuan ini bisa membantu setiap Rumah Sakit, klinik dan puskesmas yang ada di Kota Bengkulu. Semoga badai corona yang sedang menimpa kita ini segera selesai dan hilang,” ujarnya. Dia menambahkan, tenaga puskesmas yang ada di Kota Bengkulu akan selalu melakukan pemantauan terhadap orang dari daerah terjangkit yang sudah melaporkan ke posko maupun puskesmas. “Karena ketika dia tidak sakit harus mengisokasi dirinya terlebih dahulu selama 14 hari. Ketika dia sakit dan sudah ada gejala, kita berikan nomor call center untuk petugas datang kerumah dia dan jangan sampai dia bolak balik datang rumah sakit. Tetapi biar petugas kita saja kerumah mereka,” ungkapnya.

BACA JUGA: Fadli Zon: Pak Jokowi Jangan Tunda-tunda Lockdown, Segeralah!

Sekretaris Daerah Kota Bengkulu, Marjon, M.Pd mengatakan, menganggarkan dana sebesar Rp 1 miliar ini sebagai bukti, kalau Pemkot tidak main-main untuk mengatasi penyebaran virus corona dan menyelamatan masyarakat. “Rencana kita akan membeli 1 hingga 2 bilik terlebih dahulu sterilisasi ini. Jadi setiap orang yang mau masuk dan keluar Kota Bengkulu harus masuk dulu ke alat tersebut, agar semua virus bisa mati dan musnah,” jelasnya. Selain itu sebaiknya untuk melakukan pencegahan, ada baiknya Pemkot Bengkulu untuk melakukan koordinasi dengan tempat keramaian seperti, mega mall dan bencoolen mall untuk membeli scanner, sabun cuci tangan dan hand sanitizer. (jee)

Sumber: