Perdana Menteri Serbia Kecam Keputusan Luka Jovic Langgar Karantina

Perdana Menteri Serbia Kecam Keputusan Luka Jovic Langgar Karantina

SERBIA - Striker Real Madrid Luka Jovic akan menghadapi hukuman di Serbia setelah melanggar aturan karantina virus corona. Luka Jovic diketahui telah mengunjungi pacarnya yang merupakan model WAG Sofija Milosevic minggu lalu. Penyerang berusia 22 tahun tersebut meninggalkan Spanyol ke negara asalnya akhir pekan lalu, Jovic naik jet pribadi untuk mengunjungi Milosevic di Serbia. Sejak keluar dari Eintracht Frankfurt tahun lalu dan bergabung dengan Real Madrid, Jovic lebih beruntung dengan hubungan asmaranya dengan Milosevic ketimbang karir sepakbolanya di Madrid. Baru-baru ini model 29 tahun tersebut mengkonfirmasi kehamilannya di akun Instagram pribadinya. Ia mengumumkan kepada 478.000 pengikutnya bahwa dia dan Luka mengharapkan anak pertama mereka. "Kami ingin berbagi denganmu kabar gembira kami, kami akan punya bayi !!!!." "Aku sangat bersyukur Luka bisa berada di sampingku selama periode ini @ lukajovic, aku tidak bisa membayangkan hidup tanpa dia selama masa sulit ini untuk seluruh dunia." tulis Sofija Milosevic di akun instagram pribadinya. Di sisi lain, Perdana Menteri Serbia Ana Brnabic mengecam keputusan Luka Jovic untuk kembali ke negara itu dan mengabaikan kewajibannya untuk mengisolasi diri. "Kami memiliki contoh negatif bintang sepak bola kami yang berpenghasilan jutaan dan mengabaikan kewajiban untuk mengisolasi diri sehingga mereka dapat kembali ke rumah," kata Perdana Menteri Serbia Ana Brnabic sebagaimana dberitakan Daily Star. Sementara itu, Milan Jovic berpendapat penjara bisa menjadi sanksi yang cukup untuk anaknya. "Luka melakukan dua tes (virus corona) dan dia menguji negatif pada keduanya, Itu sebabnya dia pikir dia bisa datang ke Serbia." "Sekarang sepertinya dia penjahat utama. Jika dia harus masuk penjara, maka dia harus melakukannya. Saya sepenuhnya setuju dengan presiden dan perdana menteri (Serbia) karena mengancam tuntutan pidana, tetapi hanya jika dia bersalah." tutur Milan Jovic.(nie/fin)

Sumber: