Corona Naikkan Harga Sembako

Corona Naikkan Harga Sembako

TEMANGGUNG - Dampak kasus Covid-19 juga terjadi pada komoditas kebutuhan pokok masyarakat (kepokmas) di Pasar Kliwon Rejo Amertani Temanggung. Dalam kurun waktu dua pekan terakhir ini harga kepokmas atau dikenal juga dengan nama sembako mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Kholifah (55), salah seorang pedagang di kawasan Rolikuran Pasar Kliwon Temanggung mengatakan, kenaikan harga terutama terlihat menonjol pada komoditas gula pasir, telur dan minyak goreng curah. "Yang naiknya cukup banyak terjadi pada tiga komoditas itu," tuturnya. Ia menuturkan, gula pasir dijual dengan harga Rp18 ribu per kilogram. Kenaikan harga gula, menurut Kholifah terjadi secara bertahap sejak sekitar dua bulan terakhir. Mulanya komoditas gula tertahan di kisaran harga Rp12.500 per kilogram. Lalu naik tiap dua kali dalam sepekan dengan angka kenaikan rata-rata Rp500-Rp1.000 per kilogram. "Minggu lalu harga gula masih Rp17 ribu, tapi pekan ini sudah naik lagi jadi Rp18 ribu per kilogram," ujar Kholifah. Padahal, kata Kholifah, pasokan gula cenderung lancar. Ia dipasok dari distributor rata-rata sebanyak 3-4 ton gula per pekan. Jumlah pasokan tersebut tidak berubah dari sebelum harga gula naik maupun sesudah mengalami kenaikan. "Kalau dari penjelasan distributornya kemungkinan harga gula naik karena pasokan dari luar daerah susah masuk akibat isu virus Covid-19. Tapi saya kurang tahu yang sebenarnya," ujar Kholifah lagi. Adapun harga telur, katanya, cenderung tidak stabil. Tiga hari sebelumnya sempat naik hingga Rp25 ribu per kilogram, lalu turun Rp24 ribu pada Rabu (25/3). Turunnya harga telur dimungkinkan karena sepi pembeli dan sempat muncul isu hoaks pasar akan ditutup terkait penyebaran virus Corona. "Tapi sebelumnya harga telur mencapai Rp24 ribu per kilogram, sekitar dua pekan lalu harga telur stabil di kisaran Rp19 ribu," terang Kholifah. Untuk komoditas telur dipasok dari peternak lokal Temanggung. Pasokan telur yang didapatnya rata-rata satu kuintal per hari. Pasokan telur cenderung lancar dan normal. Komoditas minyak goreng curah mengalami kenaikan sebesar Rp1.000 per liter dalam empat hari. Sebelumnya harga minyak goreng curah dipatok Rp10 ribu per liter. Saat ini minyak goreng curah dipasarkan dengan harga Rp11 ribu per liter. Pasokan komoditas ini juga diakuinya lancar tiap dua pekan sekali sebanyak 20 jeriken. Tiap jeriken berisi 16,5 liter. "Mungkin karena harganya tinggi dan pasar sepi karena isu virus corona, jadi belakangan sepi pembeli. Konsumen berkurang sekitar tiga persen," katanya. Wasilah (63), pedagang lainnya mengatakan hal yang sama, penjualannya berkurang lantaran isu corona dan harga yang terus naik. Komoditas gula dijual dengan harga Rp17.500 per kilogram, naik dari pekan sebelumnya Rp16 ribu per kilogram. Ia mendapat pasokan gula sebanyak satu ton per pekan. Komoditas telur ia jual dengan harga Rp23 ribu per kilogram saat ini dan minyak goreng curah Rp 11 ribu per liter. "Pasokannya lancar, tidak ada masalah, jumlah pasokannya juga tidak berkurang," katanya. Ia menambahkan, naiknya harga sembako ini justru semakin membuat konsumen mengurangi pembelian, sehingga omset penjualan dari sejumlah sembako yang dijualnya. "Turunnya bisa mencapai 30 persen, misalnya biasanya dalam sehari bisa menjual 100 kilogram gula pasir, kalau saat ini paling banyak hanya 70 kilogram saja. Begitu pula dengan komoditas yang lainnya," katanya. (set)

Sumber: