Istri di Penampungan TKW, Dua Anak Dicabuli

Istri di Penampungan TKW, Dua Anak Dicabuli

GUNUNGSUGIH - Istri sedang dipenampungan untuk menjadi tenaga kerja wanita (TKW), seorang suami tega mencabuli anak kandung dan tirinya. Sasongko (48), warga Kecamatan Sendangagung, Lampung Tengah, ini pun harus berurusan dengan polisi. Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Lamteng Eko Yuwono mengatakan bahwa cerita korban dan bibinya, peristiwa pencabulan terjadi awal Maret 2020. ’’Korban NA (13) yang merupakan anak tiri tersangka sedang tidur pulas. Tersangka masuk ke kamar korban dan mencabulinya. Korban merasakan sakit di alat vitalnya. Korban terbangun dan kaget tersangka sedang mencabulinya. Tersangka mengancam korban agar tidak bilang dengan siapa-siapa," katanya. Keesokan harinya, kata Eko, korban cerita dengan bibinya. "Bibinya kaget mendengar cerita keponakannya. Bibi korban berkoordinasi dengan keluarga lainnya. Pada 19 Maret 2020, kasus ini dilaporkan ke Polsek Kalirejo. Hasil pemeriksaan saksi-saksi, tersangka ditangkap Polsek Kalirejo, 20 Maret 2020," ujarnya. Keluarga korban, kata Eko juga curiga anak kandung tersangka OV (17) yang memiliki keterbelakangan mental juga menjadi korban pencabulan. "Kecurigaan ini ternyata benar. Tersangka juga telah mencabuli anak kandungnya. Hal ini dibenarkan OV," ungkapnya. Ketika pencabulan anak tirinya, kata Eko, istri tersangka yang memiliki dua anak sedang berada di penampungan untuk menjadi TKW di Jakarta. "Sedangkan tersangka ini tinggal di rumah bersama dua anak tiri dan satu anak kandungnya. Diketahui istri pertama tersangka sakit dan meninggal. Dua tahun setelah itu, tersangka menikahi ibu korban yang berstatus janda beranak dua. Sebelum perbuatan bejatnya terbongkar, tersangka sudah menjalani kehidupan rumah tangga dengan ibu korban 1,5 tahun," katanya. Kapolsek Kalirejo AKP Ridho Raffika menyatakan tersangka sudah diamankan. "Tersangkanya belum mengaku. Mengakunya hanya pegang celana. Tapi kedua korban membenarkannya," katanya. Sekarang ini, kata Ridho, masih menunggu hasil visum. ’’Masih menunggu hasil visum. Satu korbannya masih halangan (haid, Red). Nanti dikabarilah," ungkapnya.(sya/c1/nca)

Sumber: