Peneliti Bandung Bikin Prototipe Bilik Sterilisasi

Peneliti Bandung Bikin Prototipe Bilik Sterilisasi

BANDUNG - Peran peneliti dan ilmuwan universitas makin dibutuhkan dalam perang melawan wabah virus korona. Inovasi demi inovasi dibuat sejak Presiden Joko Widodo mengumumkan penderita Covid-19 muncul awal bulan lalu. Sebagai daerah zona merah, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, mulai berinisiatif membangun kamar sterilisasi. Sebuah ruangan pembersihan virus ketika seseorang ingin memasuki suatu ruangan digagas oleh salah satu civitas-nya. Dr Asep Bayu Dani Nandiyanto,salah satu dosen Kimia Universitas Pendidikan Indonesia merancang sebuah Bilik (Chamber) Sterilisasi. Ya, prototipe ini membunuh sumber penyakit berupa virus dan bakteri dengan teknologi Nano Partikel. Hal ini sebagai upaya pencegahan virus Covid-19. Perancangan Chamber ini tak lepas dari kerjasama Asep Bayu dengan tim nya yaitu Robby Antonious, Andi Rustandi, dan Arif Iskandar Akbar."Alat ini akan sangat membantu rumah sakit, kantor pemerintahan, instansi yang saat ini kewalahan mendapatkan alat bantu disinfektan akibat kelangkaan maupun karena melambungnya harga disinfektan cair di tengah wabah virus Covid-19," tuturnya. Asep yang juga yang sudah lebih dari 15 tahun berkecimpung di bidang teknologi nanopartikel mengatakan, cara kerja alat ini cukup sederhana, seseorang hanya perlu masuk dalam chamber selama 10-20 detik, lalu disemprotkan dengan mist dari sterilisator dan setelah itu keluar dalam keadaan tersanitasi. "Berbeda dengan bilik sterilisasi yang ada saat ini, hasil dari teknologi nano ini mengakibatkan seseorang yang masuk dan disterilisasi tidak basah," ujar pria yang juga salah satu dari 20 besar peneliti terbaik di Indonesia versi SINTA.

BACA JUGA: Jokowi Dinilai Cerdas tak Terapkan Lockdown, Kepanikan di India Bisa jadi Pelajaran

Menurutnya, dalam kondisi social distancing ini, masyarakat sebaiknya tidak banyak melakukan pergerakan atau berpindah dari satu tempat ke tempat lain untuk mengurangi resiko tertular dan menularkan virus yang berawal dari Kota Wuhan, Cina itu. "Sistem peralatan ini diharapkan dapat memberikan suatu solusi untuk mengurangi resiko adanya bakteri atau kuman yang menempel pada pakaian atau benda," ujar Asep. Hanya 10 Kilometer dari UPI, Insitut Teknologi Bandung (ITB) juga mengembangkan inovasi bilik disinfektan. Jika UPI mengembangkan lewat teknologi nanopartikel, kampus berlogo Dewa Ganesha itu membuat bilik strelisasi berbasis ozon. Bekerjasama dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), keduanya akan akan membuat inovasi berupa semacam lorong yang diberi uap cukup banyak. Sehingga, ketika orang berjalan melewati lorong tersebut bisa sekaligus dibersihkan dari bakteri dan virus. Peneliti LIPI, Anto Tri Sugaiarto menerangkan, disinfektan yang mengandung ozon sangat efektif dalam membunuh bakteri dan virus. Ia menjelaskan, selama 30 detik virus yang menempel pada pakaian atau benda lain yang dikenakan manusia bisa dibunuh. Dia berharap, penerapannya bisa dilakukan dalam walking through chamber. "Bisa di ruangan, di dalam masjid, atau di dalam stasiun dimana sebelum orang masuk kereta, mau tidak mau orang akan bertemu di sana," tandasnya. (fin/tgr)

Sumber: