Polda Metro Siapkan Langkah Karantina Wilayah

Polda Metro Siapkan Langkah Karantina Wilayah

JAKARTA - Jajaran Polda Metro Jaya (PMJ) diperintahkan menggelar simulasi operasi karantina wilayah atau lockdown. Latihan dan pemetaan ini dilakukan guna menyiapkan jalan keluar-masuk Ibu Kota bila mana opsi tersebut diambil. Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana melalui surat telegram meminta Kepala Bagian Operasional (Kabagops) Polres di bawah wilayah hukum Polda Metro Jaya bersiap menghadapi opsi lockdown. Dalam surat bertanggal 28 Maret 2020, Nana meminta jajarannya membawa data terkait rencana pengamanan (renpam) penutupan jalan keluar-masuk di wilayahnya saat rapat koordinasi. Rakor tersebut rencananya bakal digelar di Polda Metro Jaya pada Senin (30/3). "Agar memerintahkan Kabagops membuat renpam penutupan jalan atau alih arus kendaraan yg akan keluar/masuk ke Jakarta," bunyi surat yang ditandatangani Kepala Biro Operasi PMJ, Kombes Marsudianto tersebut. Setelah data tersebut terkumpul, rencananya latihan simulasi penutupan jalan keluar-masuk Jakarta pun akan dilakukan. Surat itu juga menyebutkan sejumlah jenis jalan yang ditutup. Jalan tol, arteri, desa, kampung, hingga jalan kecil akses keluar-masuk Ibu Kota bakal ditutup dalam simulasi. "Penutupan jalan jalur tol yang keluar-masuk ke Jakarta pengamanan dilaksanakan oleh personel Polda Metro Jaya KMA TNI (Kodam Jaya) dan Jasa Marga," dikutip dari surat tersebut. Kepala Bidang Humas PMJ Kombes Yusri Yunus, mengatakan surat perintah tersebut merupakan persiapan pihaknya bilamana opsi lockdown diambil. Meski demikian, ia menampik latihan itu karena opsi lockdown yang bakal dalam waktu dekat. Ia menambahkan, opsi lockdown merupakan kewenangan pemerintah. "Sekarang situasi Jakarta masih social distancing, physical distancing. Tidak ada karantina wilayah atau lockdown. Tapi kita harus tetap latihan. Apapun yang terjad kita sudah latihan," tegasnya, Minggu (29/3). Bersamaan dengan beredarnya surat telegram tersebut, beredar pula kabar terkait penutupan sejumlah ruas jalan tol. Namun, kabar tersebut dipastikan palsu alias hoaks. "Menanggapi beredarnya informasi mengenai ditutupnya sejumlah ruas jalan tol yang dioperasikan Jasa Marga Group di wilayah Jabotabek, kami tegaskan informasi tersebut tidak benar/hoaks," kata Dwimawan Heru, Humas Jasa Marga. Selain hoaks penutupan sejumlah ruas jalan tol, kepolisian juga mengonfirmasi hoaks karantina wilayah di Cipinang Melayu Jakarta Timur. Kapolres Jakarta Timur Kombes Arie Ardian Rishadi menerangkan, kawasan tersebut masih bisa dilalui masyarakat. Namun demikian, dia membenarkan adanya warga yang memblokade jalan tersebut. "Soal video jalan yang ditutup di Cipinang Melayu hoaks ya. Masyarakat bisa melalui jalan tersebut. Ada warga yang menutup, sudah ditangani kepolisian. Informasinya warga khawatir ada yang terinfeksi corona, ” terang Kombes Arie.(irf/gw/fin)

Sumber: