Puji KPK, Mantan Kepala BIN Dikritik

Puji KPK, Mantan Kepala BIN Dikritik

JAKARTA - Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) Kurnia Ramadhana menyebut apresiasi yang dilayangkan mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) AM Hendropriyono terhadap kinerja Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) salah kaprah. Ia menilai apa yang dikatakan Hendropriyono tak sejalan dengan fakta yang ada. Hendropriyono diketahui mengapresiasi kinerja KPK pada tiga bulan pertama di bawah pimpinan Komjen Pol Firli Bahuri. Hendropriyono menyebut KPK selama ini telah bekerja memberantas korupsi secara senyap. "Akan lebih baik jika sebelum mengeluarkan pernyataan Saudara Hendropriyono memahami terlebih dahulu duduk persoalannya seperti apa. Agar apa yang ia komentari sejalan dengan fakta sebenarnya," ujar Kurnia ketika dikonfirmasi, Minggu (29/3). Kurnia menyoroti sejumlah pernyataan Hendropriyono tersebut. Salah satunya, kata Kurnia, Hendropriyono menyatakan operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK selama ini murahan. Padahal, menurut Kurnia, OTT KPK selalu terbukti secara sah dan meyakinkan di persidangan. "Ini artinya, baik proses OTT-nya atau pun substansi bukti yang di bawa KPK ke persidangan dibenarkan oleh Hakim. Lagi pun hingga saat ini belum ada satu pun terdakwa KPK yang divonis bebas dan berkekuatan hukum tetap," kata Kurnia. Kemudian, Kurnia menyoroti pernyataan Hendropriyono yang mengatakan KPK mengundang media untuk koar-koar. Dikatakan Kurnia, KPK perlu mengundang media dalam segala aktivitasnya lantaran berpegang pada asas keterbukaan dan akuntabilitas sebagaimana diatur dalam Pasal 5 UU KPK. "Jadi, publikasi kepada masyarakat menjadi sesuatu yang penting. Selain itu, yang harus ia pahami bahwa KPK itu bertanggungjawab kepada publik," tutur Kurnia. Selain itu, dituturkan Kurnia, Hendropriyono juga menyebut KPK menuai popularitas murahan. Terkait hal ini, Kurnia menyarankan Hendropriyono untuk terlebih dahulu melakukan kroscek sebelum sebelum berkomentar. Pasalnya, Kurnia mengatakan, KPK sebelum era Firli Bahuri selalu menempati posisi teratas survei kepercayaan publik. "Publik percaya karena KPK bekerja, bukan seperti KPK era saat ini yang malah lebih sibuk menebar kontroversial daripada menunjukkan prestasi," tandas Kurnia. Kurnia mengaku bingung mengapa Hendropriyono mengapresiasi kinerja KPK di era Firli Bahuri. Sebab ia menyebut terdapat kontroversi yang hingga kini terus terjadi sejak Firli Bahuri cs memimpin lembaga antirasuah. "Pertama mereka (Pimpinan KPK) gagal menangkap buronan (Harun Masiku dan Nurhadi). Kedua, selama dua bulan lebih tidak ada OTT. Ketiga, kebijakan internal kacau balau dalam konteks pemulangan paksa Kompol Rossa ke instansi asal," tutup Kurnia. Sebelumnya, AM Hendropriyono mengapresiasi kinerja KPK di bawah kepemimpinan Firli Bahuri cs. Ia mengaku telah menerima penjelasan dari Firli Bahuri bahwa KPK telah menahan 46 orang dan akan segera mengadili para tersangka. Hendropriyono menyebut Firli Bahuri cs melakukan pendekatan berbeda dalam memberantas korupsi. Ia menilai KPK kini bekerja tanpa banyak publikasi. Bahkan, menurutnya, KPK kini bekerja dengan menekankan pada keseimbangan hak-hak hukum tersangka sebagai manusia namun tetap tegas memberantas korupsi. "KPK sekarang sangat manusiawi terhadap orang yang belum tentu salah, tetapi sangat tegas terhadap koruptor," kata Hendropriyono. (riz/gw/fin)

Sumber: