Corona Impor Hantui Cina

Corona Impor Hantui Cina

WUHAN - Kendati telah sukses menghadang laju infeksi domestik, Cina bakal menghadapi gelombang kedua penyebaran virus corona jenis baru atau Covid-19. Dalam satu hari, kasus penderita korona dari luar Cina semakin meningkat. Dilansir dari Reuters, pelonggaran pembatasan perjalanan juga dapat menambah risiko wabah kembali terjadi. Juru bicara Komisi Kesehatan Nasional (NHC) Mi Feng mengakui, transmisi Covid-19 secara domestik dapat disetop. Sayangnya, laju kedatangan warga Cina dari luar negeri menyebabkan persoalan baru. "Kami rasa jumlah infeksi baru masih relatif besar," ujar Mi. Pada Minggu (29/3), Kota Wuhan, Provinsi Hubei, yang menjadi episentrum penyebaran Covid-19 mencatat ada 693 kasus impor. Juru bicara pemerintah Beijing Xu Hejian menuturkan Wilayah Beijing menjadi daerah paling parah terpapar dari kasus impor tersebut. Selama sepakan terakhir, negeri tirai bambu itu mengonfirmasi sebanyak 313 kasus baru yang dibawa dari luar negeri. Pada Sabtu (28/3), otoritas kesehatan setempat menyebutkan ada 45 kasus impor baru yang dilaporkan. "Hampir seperempat dari mereka berasal dari kedatangan di Beijing. Ibu Kota kami masih menanggung beban risiko terbesar," kata Xu Hejian, juru bicara pemerintah Beijing, kepada wartawan. "Jumlah ini sedikit menurun dari 54 kasus beru pada hari sebelumnya. Kami belum mau berbicara banyak bahwa pekerjaan kami selesai. Ini masih mengancam," tambahnya. Alhasil, sejumlah maskapai diinstruksikan menyunat jadwal penerbangan internasional ke sejumlah destinasi seperti Amerika dan Asia. Pemerintah telah melakukan pembatasan warga asing yang memasuki Cina. Sejak muncul di Wuhan, Covid-19 menyebar ke seluruh dunia. Sebanyak 3.300 Rakyat Cina daratan telah menjadi korban dan 81.439 lainnya terkonfirmasi positif. Cina kemudian melakukan lockdown hampir tiga bulan lamanya guna mencegah penyebaran virus tersebut. Sejak pekan lalu, jumlah kasus baru di Wuhan dan Hubei mulai menurun kendati tidak signifikan. Pelan-pelan, akses transportasi dari atau keluar Wuhan mulai dibuka termasuk kawasan perbatasan. Semua bandara di Hubei melanjutkan beberapa penerbangan domestik kecuali dari Wuhan yang akan dibuka pada 8 April. Namun penerbangan dari Hubei ke Beijing tetap ditunda tanpa batas waktu. Otoritas Hubei lewat akun media sosial WeChat menyatakan pusat perbelanjaan Han Street akan diizinkan untuk beroperasi pada hari ini. "Lebih dari 7.000 orang telah pulang ke Beijing dari Hubei dengan kereta api atau mobil pribadi," ujar salah satu pejabat Beijing Mao Jun, kemarin. Tetapi karena pembatasan perjalanan dibatalkan, kekhawatiran atas korona impor semakin meningkat. Gansu, sebuah provinsi di barat laut Cina, melaporkan sebuah kasus baru. Korbannya adalah seorang pelancong yang baru pulang dari Hubei. Tidak jelas bagaimana orang itu terinfeksi, menurut laporan CCTV. Ketika para ilmuwan di seluruh dunia berjuang untuk berjuang melawan virus corona, sebuah lembaga penelitian Cina telah mengembangkan partikel nano yang dapat menyerap dan menonaktifkan virus corona. Mereka tengah mencari cara bersama pengusaha pembersih udara dan masker wajah agar bisa dijual ke warga. "Tes laboratorium oleh peneliti di Anhui, menunjukkan virus bisa dinonaktifkan dengan tingkat keberhasilan 96,5-99,9 persen," tulis pernyataan Institut Fisika Kimia Dalian. (fin/tgr)

Sumber: