Keluar-Masuk Tasik, Kendaraan Dibatasi

Keluar-Masuk Tasik, Kendaraan Dibatasi

TASIK – Pemerintah Kota Tasikmalaya berencana menerapkan karantina wilayah pada Selasa (31/3). Hal itu dilakukan sebagai antisipasi penyebaran virus corona atau Covid-19. Seperti diketahui, berdasarkan data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tasikmalaya hingga pukul 09.00 Sabtu (28/3), jumlah warga positif Covid-19 bertambah. Menjadi lima orang, dari awalnya hanya satu orang. Sedangkan jumlah orang dalam pemantauan (ODP) yakni 251 orang. Sebanyak 213 orang selesai pemantauan sedangkan 38 orang masih dalam pemantauan. Sementara pasien dalam pengawasan (PDP) berjumlah 11 orang. Sebanyak 6 orang dalam proses pengawasan dan 4 orang selesai pengawasan dan 1 PDP meninggal dunia. Wakil Ketua II Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Tasikmalaya H Ucu Anwar mengatakan hasil rapat koordinasi, Pemerintah Kota Tasikmalaya berencana melakukan karantina wilayah. “Untuk teknisnya seperti apa soal karantina wilayah, belum diputuskan. Menunggu SK Wali Kota Tasikmalaya turun,” ungkap Ucu Sabtu (28/3). Wali Kota Tasikmalaya H Budi Budiman mengatakan karantina wilayah dilakukan untuk mencegah dan meminimalisir penyebaran Covid-19. “Kita meminimalisir yang mudik atau pulang kampung. Karena banyak sekali sekarang, pabrik-pabrik yang tutup di Jabodetabek dan sebagainya, sehingga kami sudah menyepakati rencana Selasa (31/3) kita akan karantina wilayah,” ungkap Budi. Karantina wilayah, terang Budi, teknisnya Pemerintah Kota Tasik melalui surat edaran dari Dinas Perhubungan (Dishub) akan melarang angkutan umum, baik darat maupun udara yang datang dari daerah yang sudah terpapar corona atau Covid-19. “Dishub akan menyampaikan surat edaran ini ke pengelola angkutan umum,” papar dia. Nanti juga, kata wali kota, di setiap perbatasan Kota Tasikmalaya disiapkan posko-posko untuk memeriksa kendaraan pribadi dan barang yang masuk ke Kota Tasikmalaya. Khususnya kendaraan pribadi penumpang maupun pengemudinya akan dicek kesehatannya sebelum masuk ke Kota Tasikmalaya. Namun, kata wali kota, angkutan barang tidak perlu khawatir. Karena masih bisa masuk ke Kota Tasikmalaya. Sedangkan warga yang bertugas di luar kota harus mengantongi surat tugas dari kantornya. “Ini dilakukan demi keselamatan semua, kita meminimalisir jumlah warga Kota Tasikmalaya yang terpapar Covid-19,” ungkap dia. Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan(Kadishub) Kota Tasikmalaya Aay Zaini Dahlan sudah mengeluarkan surat penghentian operasional angkutan umum. Dalam surat itu, perusahaan angkutan umum AKDP dan AKAP berhenti beroperasi. Baik yang masuk atau keluar wilayah Kota Tasikmalaya, terhitung mulai tanggal 29 Maret 2020 pukul 00.00. Surat itu sengaja dikeluarkan lebih cepat dari jadwal karantina wilayah. “Kita keluarkan surat supaya tidak mendadak. Kan tidak seperti makan cabai,” kata dia kepada wartawan Sabtu (28/03) sore. Melalui surat itu, Dinas Perhubungan Kota Tasikmalaya ingin para perusahaan angkutan bersiap diri. Lagi pula, kata Aay, surat itu tak mungkin langsung bisa menghentikan operasional angkutan umum. Eksekusi di lapangan baru akan dilakukan pada Selasa (31/03). “Hal ini tak usah jadi polemik karena situasi darurat. Minimal kita sudah mewanti-wanti,” bebernya. Pihaknya masih terus membahas teknis terkait karantina wilayah. Sebab, dari hasil rapat dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Tasikmalaya, masih ada banyak detail teknis yang harus dibuat. (dik/rez)

Sumber: