Prancis Pulangkan 2.000 Warganya yang Tertahan di Indonesia

Prancis Pulangkan 2.000 Warganya yang Tertahan di Indonesia

JAKARTA- Pemerintah Prancis menyewa pesawat untuk memulangkan ribuan warga negaranya yang tertahan di Indonesia. Upaya ini dilakukan setelah para wisatawan ini tidak bisa pulang ke negaranya akibat dampak pembatalan penerbangan karena adanya kebijakan penutupan perbatasan yang diberlakukan banyak Negara sebagai respon penyebaran COVID-19. “Kami perkirakan ada 2.000 turis Prancis yang tertahan di Indonesia. Karena itu, kami mengadakan beberapa penerbangan pulang, bekerja sama dengan Qatar Airways,” kata Atase Pers Kedubes Prancis di Indonesia Dominique Roubert saat dihubungi kantor berita Antara, Senin (30/3). Proses pemulangan sejatinya sudah dilakukan sejak Jumat (27/3) dengan menggunakan pesawat dari maskapai Qatar Airways. Di gelombang pertama, ada sekitar 400 wisatawan Prancis dari Bandara Ngurah Rai, Bali yang langsung menuju Bandara Charles de Gaulle, Paris. Penerbangan Qatar Airways berikutnya pada Sabtu (28/3). Jumlahnya juga sekitar 400 turis dari Bali menuju Paris. Kemudian, maskapai yang sama kembali digunakan otoritas Prancis untuk mengangkut warganya dari Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, menuju Paris pada Minggu (29/3). “Ada satu penerbangan lagi yang dijadwalkan berangkat Senin malam ini dari Denpasar. Setelah ini, kami akan mengevaluasi situasi sebelum merencanakan penerbangan lanjutan,” kata Dominique. https://twitter.com/ChambardOlivier/status/1244178927423127552?ref_src=twsrc%5Etfw%7Ctwcamp%5Etweetembed%7Ctwterm%5E1244178927423127552&ref_url=https%3A%2F%2Fbranda.antaranews.com%2Fdata%2Fcontent.php%3Fid%3D21596%26date%3D2020-03-30%26idcat%3DINT%26page%3D1 Dominique menegaskan bahwa kebijakan pemulangan ini hanya ditujukan bagi wisatawan atau pelancong asal Prancis, bukan untuk warga negara Prancis yang tinggal di Indonesia. Fasilitas ini juga diberikan bagi turis asal negara-negara Uni Eropa. “Tidak ada imbauan pulang yang ditujukan kepada warga negara Prancis yang tinggal di Indonesia,” ujar Dominique. Sejak pengumuman Presiden Prancis Emmanuel Macron untuk memberlakukan penutupan perbatasan Prancis pada 17 Maret lalu, warga Prancis yang berada di luar negeri sebagai wisatawan atau pelancong dianjurkan segera kembali ke negara tersebut. “Agar mereka stop jalan-jalan, yang bisa menjadi faktor penyebaran virus. Dan kembali ke rumah mereka untuk diam di situ sesuai kebijakan lockdown,” tutur Dominique. (wsa/fin/ant)

Sumber: