Ramai-ramai Klub Liga 1 Buat Kebijakan Baru

Ramai-ramai Klub Liga 1 Buat Kebijakan Baru

MALANG – Kompetisi Liga 1 dan Liga 2 2020 akhirnya diputuskan berhenti lebih lama karena wabah corona. PSSI selaku federasi tertinggi sepak bola Tanah Air menangguhkan kompetisi musim ini setidaknya hingga 29 Mei. Panjangnya rentang waktu penghentian membuat beberapa klub membuat kebijakan baru. Salah satu klub yang membuat kebijakan baru itu adalah Arema FC. Pihak klub memutuskan untuk mengakhiri program latihan secara daring atau online yang disusun oleh staf pelatih. Program tersebut dihentikan karena PSSI memperpanjang penundaan kompetisi Liga 1 2020. Charis Yulianto, asisten pelatih Arema mengatakan, selama masa liburan, para pemain tak lagi menjalani latihan online. Ia menyebut, staf pelatih dan para pemain tetap melakukan komunikasi via grup Whatsapp. “Sementara selama libur ini sudah tidak ada program online dari tim pelatih. Ya, kita komunikasi biasa untuk diskusi sewaktu-waktu melalui grup pemain,” kata Charis dikutip Fajar Indonesia Network dari laman resmi Liga Indonesia, Senin (30/3). Kendati diliburkan, ujar Charis, para pemain tetap diminta melakukan aktivitas latihan secara individu. Menurut pria 41 tahun itu, hal tersebut semata-mata demi menjaga kebugaran fisik para pemain Singo Edan. BACA JUGA: Program Latihan Timnas U-16 Direvisi “Sudah saya sampaikan ke pemain. Saya berharap jangan istirahat total. Semua pemain tetap aktif berlatih individu, usahakan dalam seminggu ada aktivitas. Syukur-syukur bisa meneruskan program yang kami berikan,” sambung mantan kapten timnas Indonesia itu. Arema sebelumnya memberlakukan program latihan online selama kompetisi ditunda sementara waktu. Keputusan itu dilakukan akibat tanggap darurat wabah virus corona atau Cofid-19 yang tengah melanda Tanah Air. Selain Arema, manajemen Borneo FC juga membuat kebijakan baru dengan memulangkan pemain. Kebijakan ini dilakukan klub asal Samarinda itu lantaran tak ada aktivitas yang mesti dijalani dalam waktu dekat. "Sementara, kami berinisiatif memulangkan pemain. Hak dan kewajiban mereka tetap dipenuhi," ucap manajer Borneo FC, Farid Abubakar. BACA JUGA: Pelatih Persebaya Buka Suara soal Gaji 25 Persen Kebijakan menghentikan kompetisi hingga akhir Mei dianggap Farid tepat. Manajemen Pesut Etam mendukung penuh keputusan tersebut agar wabah tak semakin meluas. "Kami juga ingin mendukung pemerintah. Apalagi wabah ini jadi bencana di semua daerah. Semoga penyebarannya bisa segera terputus," imbuhnya. Setelah kompetisi berhenti, Farid berharap situasi bisa segera normal. Ia pun mengajak seluruh suporter dan masyarakat memerangi virus tersebut. "Semoga wabah segera hilang dan kehidupan kembali normal. Semua harus berjuang memerangi," tandasnya. (heq/fin)

Sumber: