731 WNI Jemaah Tablig di India Status ODP

731 WNI Jemaah Tablig di India Status ODP

JAKARTA - Kementerian Luar Negri (Kemenlu) mencatat, ada sekitar 1.456 warga Indonesia yang tergabung dalam jemaah tablig akbar di luar negeri. Angka tersebut, diperkirakan bakal terus bertambah Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi mengatakan, sebanyak 731 dari ribuan WNI tersebut merupakan jemaah tablig di India yang tengah terjebak aturan pembatasan wilayah atau lockdown akibat virus corona. "Sekali lagi jumlah yang pasti kami tidak pernah tahu, tetapi setidaknya yang kami peroleh sampai saat ini jumlah (WNI) jamaah tabligh adalah 1.456 orang dan 731 diantaranya berada di India," kata Retno, Selasa (31/3). Sementara itu, kata Retno, ada juga jemaah tabligh Indonesia yang berada di Malaysia. Mereka mengikuti kegiatan tabligh akbar di Masjid Jamek Sri Petaling, Kuala Lumpur pada akhir Februari lalu. "Kegiatan tersebut dilaporkan menjadi penyumbang warga yang positif covid-19 di Malaysia. Ada WNI juga yang diketahui menjadi pasien covid-19 di Negeri Jiran," ujarnya. Meski demikian, belum ada keterangan resmi jumlah WNI jemaah tabligh yang terjangkit covid-19. Namun, data dari Kementerian Luar Negeri RI, sebanyak 34 WNI terjangkit covid-19 di sana. Dalam akun Safe Travel juga disebutkan, bahwa WNI yang terjangkit covid-19 di luar negeri juga terus bertambah menjadi 133 orang. Mereka tersebar di 20 negara dan wilayah di seluruh dunia. Sebanyak tiga WNI di luar negeri dilaporkan meninggal dunia akibat covid-19, yakni di Singapura, Inggris, dan Malaysia. Dua orang juga dalam penanganan khusus di Singapura. Adapun sebanyak 14 WNI di luar negeri dilaporkan sembuh. Mereka berada di Belanda, Jepang, Spanyol, dan Singapura. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy, menuturkan seluruh WNI jemaah tablig yang ada di luar negeri berstatus orang dalam pemantauan (ODP) virus corona (Covid-19). "Untuk (peserta) majelis tablig semua akan ditetapkan sebagai ODP jika pulang. Sedangkan yang bergejala (Covid-19) akan ditetapkan sebagai pasien dalam pemantauan (PDP) dan ditempatkan di karantina," ujar Muhadjir. Muhadjir juga menuturkan, bahwa sesuai arahan Presiden Jokowi, para peserta majelis tablig itu akan dikarantina di tempat yang berbeda dengan WNI lainnya yang pulang dari luar negeri seperti anak buah kapal (ABK) dan WNI dari Malaysia. "Hingga kini belum jelas bagaimana nasib ratusan WNI jemaah tablig tersebut. Namun, berdasarkan laporan media lokal sebagian warga asing peziarah di India menginap dari satu masjid ke masjid lainnya," pungkasnya. (der/fin)

DAPATKAN UPDATE BERITA FIN LAINNYA DI Google News


admin

Tentang Penulis

Sumber: