Larangan Besuk Tahanan KPK Diperpanjang

Larangan Besuk Tahanan KPK Diperpanjang

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penyesuaian mekanisme kunjungan bagi tahanan di seluruh rumah tahanan (rutan) cabang KPK. Hal ini dilakukan dalam upaya mencegah penyabaran virus corona (COVID-19) di kawasan rutan KPK. Pelaksana Tugas (Plt) Juru Bicara bidang Penindakan KPK Ali Fikri mengatakan, penyesuaian tersebut berupa pengubahan tata cara kunjungan tahanan. Kini, kata dia, KPK memperpanjang penundaan layanan kunjungan hingga 21 April 2020 mendatang. "Sebagai upaya lanjutan pencegahan penyebaran wabah COVID-19 di lingkungan rutan KPK, Plt Karutan Cabang KPK Ristanta kembali mengambil kebijakan terkait penundaan layanan kunjungan bagi tahanan rutan cabang KPK yang akan diperpanjang sampai dengan tanggal 21 April 2020," ujar Ali Fikri kepada wartawan, Selasa (31/3). Meski demikian, Ali Fikri mengatakan, kunjungan masih dapat dilakukan secara online via video conference terhitung mulai Rabu (1/4) besok sesuai jadwal yang berlaku mulai pukul 10.00 WIB hingga 12.00 WIB. "Untuk pelaksanaannya, pengunjung rutan dan penasihat hukum dapat menghubungi nomor WhatsApp rutan cabang Gedung Merah Putih KPK 087847025706, rutan cabang Guntur 087847025683, rutan cabang C1 KPK 087847025703," kata Ali Fikri.

BACA JUGA: Nikita Mirzani Bagi-bagi Sembako

Direktorat Jenderal (Ditjen) Permasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) sebelumnya telah mengeluarkan kebijakan pembatasan kunjungan di lapas dan rutan untuk mengurangi potensi penularan corona. Adapun kunjungan digantikan dengan mekanisme video call guna menjamin terpenuhinya hak komunikasi tahanan, narapidana, dan anak. "Bagi tahanan kan mereka juga butuh komunikasi dengan pengacaranya, atau narapidana dan anak dengan keluarganya. Itu hak mereka jadi harus kita penuhi, tapi tetap kita sesuaikan dengan kondisi masing-masing lapas/rutan," ujar Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Permasyarakatan Kemenkumham Nugroho. Kegiatan pembinaan yang melibatkan mitra dari luar lapas/rutan pun dihentikan sementara untuk mengurangi resiko terpapar. Namun warga binaan tetap melakukan kegiatan pembinaan secara mandiri dengan petugas. Intensitas kehadiran petugas juga dikurangi sesuai arahan Presiden untuk bekerja dari rumah atau work from home. "Petugas memiliki resiko untuk menularkan, namun tetap memperhatikan kebutuhan pembinaan dan keamanan ketertiban," kata Nugroho. (riz/gw/fin)

DAPATKAN UPDATE BERITA FIN LAINNYA DI Google News


admin

Tentang Penulis

Sumber: