Terdampak, 34.696 WNI Pulang Kampung

Terdampak, 34.696 WNI Pulang Kampung

JAKARTA - Totalnya 34.696 Warga Negara Indonesia (WNI) pulang ke Tanah Air. Ini akibat kebijakan pembatasan pergerakan (movement control order/MCO) yang diberlakukan otoritas Malaysia sejak 18 Maret 2020, untuk mengurangi penularan virus corona tipe baru atau Covid-19. Sementara, sejumlah puluhan awak kapal yang bekerja di 89 kapal pesiar asing memilih untuk melajutkan kontrak kerja. Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kementerian Luar Negeri RI Judha Nugraha, mayoritas mayoritas WNI yang kembali ke Tanah Air adalah pemegang fasilitas bebas visa 30 hari, bukan pekerja migran yang menetap di Malaysia. ”Perlu dicatata ya, ini yang pulang bukan pekerja migran kita yang memiliki izin tinggal tetap dan izin kerja di Malaysia,” kata Judha kepada wartawan melalui konferensi video, Rabu (1/4). Kebijakan MCO yang diperpanjang masa berlakunya oleh pemerintah Malaysia hingga 14 April mendatang, akan berdampak pada seluruh penduduk negeri jiran itu, termasuk WNI yang sebagian besar merupakan pekerja migran. ”Berdasarkan pengamatan enam perwakilan RI di Malaysia, dampak MCO paling besar dirasakan oleh WNI yang bekerja sebagai buruh harian lepas,” tutur Judha.

BACA JUGA: Diduga Frustasi, Ditemukan Gantung Diri di Garasi Rumah

Sedangkan mayoritas pekerja migran Indonesia yang memiliki majikan tetap, masih dalam kondisi yang relatif baik, ia melanjutkan. Merespons situasi ini, pemerintah Indonesia telah mengantisipasi gelombang besar kepulangan para WNI dari Malaysia, terutama pekerja migran yang diperkirakan jumlahnya melebihi satu juta orang. Tidak hanya membantu kepulangan, pemerintah juga memberikan bantuan logistik kepada WNI yang terdampak kebijakan MCO di Malaysia. Disingung soal WNI yang bekerja di sejumlah kapal pesiar asing, Judha menambahkan, totalnya mencapai 12.748 orang juga sudah sampai ke tanah air. ”Untuk 963 WNI itu sudah kembali ke Tanah Air. Data ini kami dapat dari 89 kapal pesiar asing yang dioperasikan oleh 10 perusahaan pelayaran. Jadi, tidak seluruhnya akan pulang ke Indonesia. Dalam catatan kami, ada beberapa awak kapal kita yang tetap memutuskan untuk bekerja di kapal,” paparnya. Wabah Covid-19 yang menyebar secara global telah berdampak besar pada operasi kapal pesiar di berbagai belahan dunia. Pandemi itu memaksa perusahaan pemilik kapal untuk menghentikan pelayaran dan mengembalikan awak kapal ke negara asalnya masing-masing, termasuk ke Indonesia. ”Jumlah awak kapal yang telah dipulangkan dan tiba di Indonesia hingga kemarin (31/3) sebanyak 963 orang, baik yang pulang melalui penerbangan komersial maupun pesawat carter. Kepulangan mereka difasilitasi oleh pihak perusahaan,” terang Judha. Untuk proses itu dijalankan dipastikan para awak kapal berada dalam keadaan sehat sebelum pulang ke Indonesia. Jika di antara mereka ada yang terjangkit Covid-19, pemerintah Indonesia meminta awak kapal dirawat di negara setempat sesuai protokol kesehatan yang ditetapkan World Health Organization atau Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

BACA JUGA: Satu Bulan Perang Lawan Corona, Italia Berkabung atas Tewasnya 12.428 Jiwa

”Dalam beberapa komunikasi kami dengan pihak perusahaan, mereka menyatakan tidak memutus hubungan kerja (dengan para WNI). Bahkan ada beberapa perusahaan yang tetap memberikan gaji walaupun para awak sudah kembali ke Indonesia,” jelas Judha. Menindaklanjuti pernyataan Judha, Duta Besar Indonesia untuk Spanyol Hermono dalam rilis yang diterima menyebut WNI terjangkit Virus Corona di negeri matador itu totalnya sembilan orang. ”Ya, tercatat 9 orang (Positif Covid-19). Dua dirawat di rumah sakit, enam menjalani karantina mandiri di rumah, dan satu sudah dinyatakan sembuh,” ujar Dubes Hermono. Jumlah WNI yg tercatat di seluruh Spanyol ada 1.468 orang. Di Madrid sendiri sekitar 400 orang. Mayoritas mereka bekerja dan menikah dengan warga Spanyol. Dan sejak 14 Maret 2020, Spanyol mengeluarkan status State of Alarm (Negara Dalam Keadaan Waspada) selama 15 hari dan sudah diperpanjang 15 hari lagi. Ini salah satu konsekuensinya seluruh wilayah diberlakukan lockdown atau karantina wilayah. ”Mulai Senin kemarin status lockdown diperluas. Pegawai yang boleh kerja hanya di sektor esensial saja. Selebihnya harus di rumah sampai tanggal 9 April 2020,” ujar Dubes Hermono. Karena status lockdown maka otomatis layanan sangat berkurang. Tetapi KBRI tetap buka untuk pelayanan yang sifatnya darurat. ”Sebagai upaya perlindungan, KBRI secara reguler berkomunikasi dengan wakil-wakil WNI di berbagai wilayah untuk memonitor keadaan mereka sekaligus mengingatkan agar tetap waspada. Kepada yang sakit, kita juga selalu memantau perkembangannya dan menawarkan bantuan yang diperlukan,” jelasnya. Secara umum kondisi WNI tidak ada masalah akibat pemberlakuan kebijakan karantina wilayah. Sebanyak 12.298 petugas kesehatan di Spanyol positif terpapar virus corona, demikian wakil kepala darurat kesehatan Maria Jose Sierra saat konferensi pers pada Senin (30/3).

BACA JUGA: Shireen Sungkar Syok Covid-19 Menyebar Cepat

Angka itu setara dengan sekitar 14 persen dari 85.195 kasus Covid-19 di negara tersebut, kurang lebih jumlah yang sama seperti pekan lalu. Spanyol memasuki pekan ketika karantina total pada Minggu, saat pemerintah menyetujui penguatan langkah-langkah untuk mengatasi pandemi Corona dan melaporkan 838 kematian akibat virus itu yang menjadikan total kematian mencapai 6.528. Spanyol menjadi negara kedua dengan jumlah kematian tertinggi setelah Italia. Negara itu juga melaporkan peningkatan infeksi Corona menjadi 78.797 kasus dari 72.248 kasus sehari sebelumnya. Jumlah kematian global akibat Covid-19 naik menjadi 30.105 hingga pukul 18:00 Waktu Eropa Tengah pada Minggu, menurut WHO. Sebanyak 638.146 kasus COVID-19 dilaporkan secara global, dengan 555.790 kasus di antaranya berada di luar China. Amerika Serikat melaporkan 103.321 kasus infeksi, menurut sistem informasi WHO. (rls/dbs/fin/ful)

DAPATKAN UPDATE BERITA FIN LAINNYA DI Google News


admin

Tentang Penulis

Sumber: