Eksekusi Mati Batal Dilaksanakan

Eksekusi Mati Batal Dilaksanakan

JAKARTA - Sebanyak 274 orang terpidana mati bisa bernapas lega. Sebab, Kejaksaan Agung belum berencana melaksanakan eksekusi mati. Apalagi Indonesia kini tengah menghadapi penyebaran wabah virus Corona (COVID-19). Kepala Pusat Penerapan Hukum (Kapus Penkum) Kejaksaan Agung, Hari Setiyono menegaskan hingga saat ini Kejaksaan belum membicarakan soal pelaksanaan eksekusi mati terhadap terpidana mati yang upaya hukumnya telah selesai atau inkracht. "Belum ada rencana soal itu," kata Hari saat dikonfirmasi FIN di Jakarta, Rabu (1/4). Apalagi, kata Hari, saat ini pemerintah dan seluruh elemen masyarakat sedang melakukan pencegahan penyebaran virus Corona di semua wilayah Indonesia. "Namun seiring pandemi COVID-19, kami masih mendata saja," jelasnya. Selain itu, Kejaksaan juga telah melakukan pengecekan upaya hukum terhadap para terpidana mati. Hal ini dilakukan untuk mengetahui terkait hak-hak hukum terpidana mati. "Melakukan pengecekan apakah hak-hak terpidana mati telah dipenuhi atau belum," tutupnya. Sementara, pakar hukum pidana Universitas Al Azhar Indonesia, Suparji Ahmad menilai dalam situasi pencegahan COVID-19 tidak tepat jika ada wacana pelaksanaan eksekusi mati. "Sebaiknya tidak dilakukan eksekusi terlebih dahulu sebelum hak-hak keperdataan terpenuhi," kata Suparji kepada FIN. Disinggung soal apakah jika sudah terpenuhi harus diekseksui, pasalnya jika tidak maka akan menjadi warisan setiap tahunnya, Suparji menegaskan Kejaksaan harus memberikan kepastian hukum. "Seharusnya ada sikap yang tegas untuk memberi kepastian hukum," paparnya. Namun, lanjut Suparji, pelaksanaan eksekusi mati di tengah wabah Corona sangat tidak tepat. "Saat ini kondisinya sedang krisis kesehatan. Menurut saya eksekusi mati sekarang ini tidak tepat," tutupnya. Dari data yang ada, terdapat 274 terpidana mati yang belum dieksekusi. Kejaksaan mencatat 68 terpidana mati kasus pembunuhan, 90 terpidana anti kasus narkotika, 8 kasus perampokan, 1 kasus terorisme, 1 kasus pencurian, 1 kasus kesulitan dan 105 atau pidana lainnya. Dari 274 orang itu, 26 di antaranya menghuni LP di Jakarta. Selain pidana mati, di Jakarta juga ada 96 orang yang dipidana seumur hidup. Dari 96 orang tersebut sebanyak 77 orang di tempatkan di LP Cipinang, di Lapas Salemba ada 1 orang, di LP Narkotika ada 14 orang. Yang masih di rutan ada 3 orang. Serta ada 1 perempuan di LP Perempuan Pondok Bambu.(lan/fin/rh)

DAPATKAN UPDATE BERITA FIN LAINNYA DI Google News


admin

Tentang Penulis

Sumber: