Bawang Putih dan Gula Pasir Banjiri Pasar RI

Bawang Putih dan Gula Pasir Banjiri Pasar RI

JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan pekan depan bawang putih dan gula pasar sudah masuk pasar Indonesia. Impor dua bahan pangan dilakukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, dan menstabilkan harga yang melonjak tajam. Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementan Agung Hendriadi mengatakan, dengan masuknya bawang putih dan gula pasir, maka kebutuhan masyarakat pada bulan Ramadan dan Lebaran Idul Fitri tercukupi. Pun dengan bahan pangan lainnya aman. “Untuk saat ini saya perlu sampaikan titik berat kita pada bawa putih dan gula pasir, mudah-mudahan akhir bulan ini atau Minggu depan bawang putih dan gula pasir sudah mulai masuk, yang lainnya saya rasa aman, karena kita memproduksi terus,” ujar dia dalam keterangan tertulisnya, Rabu (1/4). Dia menjelaskan, alasan kenapa dua komoditas tersebut mengalami kendala, dikarenakan bawang putih tumbuh di daerah sub-tropis, sedangakan Indonesia merupakan negara tropis, sehingga sangat sulit untuk memproduksi dalam negeri. Sedangkan mengenai kelangkaan gula pasir, kata dia, dikarenakan Indonesia sebelumnya mengalami kemarau yang ekstrim, sehingga menyebabkan telatnya menggiling tebu. “Gula kita ada keterlambatan giling karena cuaca kemarau tahun yang lalu, sehingga giling kita terlambat, gula baru kita giling,” jelasnya. Karenanya, agar kebutuhan konsumsi dalam negeri terpenuhi, maka pemerintah melalui Kementerian Koordinator perekonomian dan Kementerian Perdagangan sepakat membuka keran impor untuk kedua bahan pangan tersebut. “Karena dua komoditas ini kita tergantung pada impor,” ucap dia. Terkait beras, jagung, bawang merah, cabe, daging ayam dan telur, dia memastikan aman. Dalam hal ini, Kementan berupaya keras untuk menjaga kebutuhan dan harga untuk tetap stabil. "Yang terpenting sekarang adalah bagaimana tugas Kementrian pertanian menjaga para petani untuk terus mampu berproduksi," ujar dia. Kementerian Perdagangan (Kemendag) sebelumnya memperkirakan harga gula dan bawang putih akan turun pada dua minggu mendatang. Ini seiring datangnya impor dua komoditas pangan tersebut sehingga akan menambah pasokan di pasar. Kedua bahan pangan itu harganya sempat melambung bersamaan dengan pandemi virus corona. Untuk itu, pemeintah pemerintah membuka keran impor guna menjaga harga jelang Lebaran dua bulan lagi. "Kami harapkan dua minggu setelah ini (pasokan sudah tersalurkan ke pasar)," kata kata Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Suhanto. Pemerintah telah mengeluarkan perizinan impor untuk gula kristal mentah (raw sugar) sebanyak 438.802 ton. Sedangkan, impor yang telah disetujui untuk bawang putih sebanyak 25.829 ton. Suhanto menargetkan gula dapat dijual Harga Eceran Tertinggi (HET) yakni Rp 12.500 per kilogram (kg). Sedangkan untuk bawang putih, Kemendag ingin harganya dapat turun hingga di rentang Rp 35 ribu hingga Rp 37 ribu per kg. “(Karena) kawan-kawan di daerah menjerit harga bahan pokok khususnya gula dan bawang putih naik,” kata Suhanto.(din/fin)

DAPATKAN UPDATE BERITA FIN LAINNYA DI Google News


admin

Tentang Penulis

Sumber: