Presiden Soroti Harga Gula dan Bawang Putih

Presiden Soroti Harga Gula dan Bawang Putih

JAKARTA - Presiden Joko Widodo kembali menerima laporan kurang mengenakan. Ini terkait kondisi harga yang cendrung naik di pasaran di saat wabah Virus Corona dan mendekati Ramadan. Terang-terangan Presiden menyebut harga gula dan bawang putih yang mengundang kecurigaan, kerena naik signifikan dan terjadi kelangkaan. Kepada jajaran Kabinetnya, Presiden pun meminta setelah menggelar rapat untuk menstabilkan harga. Dan meminta ketersediaan bahan-bahan kebutuhan pokok menjelang bulan puasa tidak ada kendala. ”Saya sudah mendapatkan laporan dari Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo bahwa sebagian gula yang diimpor telah masuk ke dalam negeri. Tadi Mentan sudah menyampaikan bahwa gula (impor) beberapa sudah masuk ke Indonesia. Dia menyampaikan minggu-minggu depan (harganya) akan dalam kondisi normal Rp12.500/kg,” terang Presiden, Kamis (2/4).

BACA JUGA: Satu Lagi, WNI Meninggal di Singapura karena COVID-19

Presiden juag mendapatkan laporan bahwa harga bawang putih akan kembali normal pada pekan ini atau paling lambat pekan depan di level Rp20.000-Rp30.000/kg. Dengan kondisi ini diminta agar distribusi logistik terutama pangan tetap lancar agar barang-barang kebutuhan pokok dapat segera tersedia di pasar. ”Ingat, betul-betul harus dicek di lapangan ketersediaan bahan-bahan pokok. Saya cek ke daerah, cek ke Bulog mengenai panen raya seperti apa. Saya melihat daging, telur, gula, terigu dan lain-lainnya masih berada dalam kondisi baik,” tegasnya dalam rapat terbatas terkait persiapan menghadapi ramadan dan Idul Fitri 1441 melalui telekonferensi dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat. Presiden mengakui ada dua harga barang yang masih belum normal yaitu gula pasir dan bawang putih.”Tinggal mungkin gula, tadi menteri pertanian sudah menyampaikan beberapa minggu mungkin harga akan turun ke kondisi normal lagi Rp12.500/kg dan menteri perdagangan juga menyampaikan ke saya bawang juga sudah beberapa sudah masuk dan kita harapkan bawang putih pada minggu-minggu ke depan atau syukur minggu ini sudah kembali ke normal harga di Rp20 ribu-30 ribu/kg,” ungkap Presiden. Selain itu Presiden memastikan semuanya distribusi logistik lancar dan tersedia di pasar-pasar. ”Saya harapkan Menteri Dalam Negeri juga memberi teguran bagi daerah yang memblokir jalan-jalannya agar urusan distribusi logistik ini tidak terganggu, karena saya kemarin mendapat laporan dari dua daerah urusan beras ini agak terganggu, karena jalan-jalan yang ditutup tolong kepala daerah diberitahu mengenai ini,” terangnya.

BACA JUGA: Salut, Gunakan Lamborghini Habib Hasan Bagi-bagi Sembako dan Uang Tunai ke Tukang Beca

Terpisah, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian meminta kepala daerah untuk membuka pemblokiran jalan, khususnya yang menghambat distribusi logistik bahan kebutuhan pokok dan kesehatan masyarakat. Terkit dengan desakan Presiden menyangkut logistik dan kebutuhan pangan, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto segera menindaklanjuti instruksi yang disampaikan. Salah satu langkah terdekat yakni melakukan operasi pasar untuk memenuhi pasokan gula pasir di pasar tradisional agar kenaikan harga yang terjadi saat ini ke kisaran Rp18.000 per kilogram, bisa turun ke harga normal di kisaran Rp12.500 per kilogram. Airlangga mengaku, pemerintah telah memasok gula pasir ke pasaran sebanyak 20 ribu ton yang berasal dari Dumai, Riau, kemudian 33 ribu ton dari Riau, dan 250 ribu ton dari industri rafinasi. Total terdapat 303 ribu ton gula pasir yang sudah dipasok ke pasar dalam negeri. Airlangga mengatakan di ritel modern, harga gula pasir terpantau di kisaran Rp12.500 per kilogram. Namun di pasar tradisional, terjadi kenaikan harga ke kisaran Rp18.000 per kilogram. ”Satgas pangan memonitor, stok diharapkan distribusinya bisa lebih lancar walaupun di beberapa tempat pasar tradisional harga masih Rp18.000 per kilogram. Jangan sampai ada rembesan dari yang menjual di harga Rp12.500 per kilogram kemudian dijual di pasar tradisional lebih tinggi,” terang Airlangga. ”Untuk bawang putih pemerintah sudah memberikan persetujuan impor. Pasokan impor tersebut akan masuk ke pasar dalam negeri pada April 2020 ini dalam jumlah besar, kata Airlangga tanpa merinci berapa pasokan tersebut,” kata dia. Demikian pula untuk jagung, bawang merah, cabai besar, cabai rawit, daging ayam, telur ayam, dan minyak goreng. Kita punya stok yang cukup.

BACA JUGA: Sedih, Hanya Bisa Ucap Selamat Jalan ke Ibu yang Terpapar Virus Melalui Video Call

Berdasarkan laporan dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) harga rata-rata gula pasir lokal pada Kamis (2/4) berada pada level Rp18.000/kilogram. Selain gula, pasokan untuk komoditas pangan lainnya seperti beras mencukupi untuk memenuhi permintaan. Ini berdasarkan ketersediaan stok maupun perkiraan hasil panen di bulan April, Mei, dan Juni 2020. Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Bahtiar mengatakan, Mendagri bersama jajaran telah menghubungi dan meminta Kepala Daerah agar membuka pemblokiran jalan yang menghambat distribusi logistik kebutuhan pokok dan kesehatan masyarakat ”Ini merupakan instruksi Presiden, karena itu, Mendagri telah mengingatkan kepala daerah,” terang Bahtiar. Pada saat ini, distribusi logistik khususnya kebutuhan pokok masyarakat, pemenuhan pangan masyarakat, pemenuhan kebutuhan alat, barang dan bahan untuk menggerakkan perekonomian. ”Termasuk pemenuhan kebutuhan bidang kesehatan tidak boleh ada yang terhambat karena logistik adalah hal yang sangat esensial dan merupakan kebutuhan dasar bagi masyarakat,” imbuhnya.

BACA JUGA: Waspada Hujan Lebat Masih Terjadi Pekan ini

Mendagri lanjut Bahtiar, kita punya tanggung jawab besar dalam mencegah penularan dan penyebaran Covid-19 sesuai kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Namun, pemblokiran jalan sangat kontra produktif jika menghambat arus keluar masuk distribusi logistik, barang kebutuhan pokok pangan masyarakat atau alat dan bahan bidang kesehatan yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat dan tenaga medis. ”Memang kita harus mencegah penularan dan penyebaran Covid-19, namun Pemda juga berkewajiban memastikan kelancaran distribusi logistik bahan pokok masyarakat. Gugus Tugas di daerah harus aktif berkoordinasi dan berkomunikasi dengan Gugus Pusat Penanganan Covid-19,” jelasnya. Sebelumnya, Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono menyatakan kotanya melakukan lockdown dan memasang ratusan beton Movable Concrete Barrier (MCB) untuk pembatas jalan mulai didistribusikan ke sejumlah titik jalan yang akan ditutup di Kota Tegal, Jawa Tengah. Beton pembatas jalan tersebut nantinya akan menutup 49 titik untuk mengisolasi wilayah Kota Tegal mulai Senin, 30 Maret-30 Juli 2020. (tim/fin/ful)  

DAPATKAN UPDATE BERITA FIN LAINNYA DI Google News


admin

Tentang Penulis

Sumber: