Warga Tolak Pemakaman Jenazah

Warga Tolak Pemakaman Jenazah

SUNGGUMINASA - Warga memblokade jalan menuju kompleks pemakaman milik Pemprov Sulsel di Gowa. Mereka tolak jenazah positif Covid-19. Kompleks pemakaman berada di jalan poros Macanda, Kelurahan Romangpolong, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa. Terlihat ada puluhan warga mengadang mobil ambulans yang membawa jenazah, Kamis, 2 April. Selama pandemi Virus Korona, pemprov menetapkan lahan tersebut sebagai lokasi pemakaman korban Covid-19. "Tidak boleh disini, pulang saja jangan bawa penyakit," teriak Surtina, salah seorang warga. Selain memblokade jalan menggunakan pohon, mereka juga membakar ban bekas. Gerbang kompleks pemakaman Pemprov Sulsel juga ditutup. Bahkan warga sempat melempari rombongan petugas yang membawa jenazah. "Memang ini lahan pemerintah, tapi sudah lama tidak difungsikan. Kenapa nanti ada virus baru dipakai," sambung Surtina. Melihat aksi penolakan tersebut, petugas yang membawa jenazah akhirnya kembali dan gagal melakukan pemakaman dilokasi tersebut. Kapolres Gowa, AKBP Boy Samola, mencoba menenangkan warga, hanya saja masyarakat tetap bertahan menolak. "Bayangkan saja kalau itu salah satu anggota keluarga kita, ini bukan aib," kata AKBP Boy kepada warga. Terpisah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Gowa meminta masyarakat agar tidak menolak pemakaman jenazah pasien Covid-19. "Jenazah aman, sudah ada protokol penguburan," kata Ketua MUI Gowa, KH Abubakar Paka. Dia mengingatkan bahwa pemakaman jenazah hukumnya fardu kifayah dalam pandangan Agama Islam. Artinya wajib dilakukan. "Kalau tidak terlaksana maka satu kampung bahkan satu negeri berdosa," terangnya. (Bayu)

DAPATKAN UPDATE BERITA FIN LAINNYA DI Google News


admin

Tentang Penulis

Sumber: