SMSI Siapkan Penginapan Paramedis

SMSI Siapkan Penginapan Paramedis

JAKARTA - Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Pusat menyatakan kesiapannya dan mendukung program Pemerintah Pusat dalam penanganan Virus Corona. Penegasan ini disampaikan Ketua Umum SMSI Pusat Firdaus dalam rapat terbatas di  Gedung Journalist Boarding School (JBS) yang juga merupakan Pusdiklat Serikat Media Siber Indonedia (SMSI), yang terletak di Cilegon Banten, Jumat (3/4). https://www.youtube.com/watch?v=HEp6pricDG0&t=54s Hadir dalam rapat, Penanggungjawab JBS, Rian Nopandra yang juga menjabat Ketua PWI Banten, Ketua Harian BPD-PHRI Provinsi Banten sekaligus  Konsultan Journalist Boarding School (JBS) GS Ashok Kumar, Sekretaris Litbang SMSI Pusat, Eddy Muhdi Zein. Rapat digelar  di ruang Meeting Hendro S Effendy. Secara kebetulan gagasan ini dilakukan usai Presiden RI Joko Widodo memberi arahan terbaru dalam penanganan covid 19 pada Kamis (2/4), yakni Rapid test massal, libatkan tokoh agama, stop ekspor alat kesehatan, insentif UMKM,  stok pangan dan jangan liburan. Baca Juga: Surat Sudah Dikirim, Ini Instruksi Baru Mendagri Konsultan JBS, Ashok Kumar mengatakan, guna mendukung program penanganan Covid-19 oleh Pemerintah Pusat, JBS yang terletak di Krotek, Cibeber Kota Cilegon, siap digunakan untuk membantu dalam penanganan Covid 19 baik sebagai tempat menginap paramedis dan tenaga kesehatan atau Media Center Covid 19.     Untuk itu, sambung Ashok, pihaknya juga siap bersinergi dengan Gugus Tugas Covid 19 Pemerintah daerah. ”Agar terlaksana dengan baik, maka harus ada dukungan dari Pemkot Cilegon agar saling bahu membahu memerangi covid 19," ujarnya. Senada dikatakan Ketua PWI Banten, Rian Nopandra, menurutnya, terkait dukungan penanganan covid 19, pihaknya siap setiap saat untuk bersinergi. ”Sesuatu yang tidak dapat ditolak, jika JBS sebagai Pusdiklat SMSI  akan digunakan untuk penanggulangan tempat Tinggal Tim Medis atau tenaga kesehatan, maka selaku penjab Pusdiklat SMSI Pusat, kami siap sepenuhnya mendukung,” ungkap Rian Nopandra yang akrap dipanggil Opan. Baca Juga: PLN: Jangan Khawatir Potongan Listrik Otomatis Ia mengatan dalam memerangi covid 19 perlu langkah nyata dalam penangannnya. Oleh karena itu, masyarakat pers tidak boleh tinggal diam, dengan terus membantu dan mendukung penanggulangannya. ”Membasmi Covid 19 ini perlu kerjasama semua pihak baik pemerintah, masyarakat dan juga pers. Semoga dengan kerjasama dari seluruh elemen masyarakat, Covid 19 segera bisa dibasmi," tuturnya. https://www.youtube.com/watch?v=8ani4d_mta4 Firdaus berharap masyarakat jangan panik dan tetap waspada. "Jangan panik, apalagi selalu muncul rasa takut yang tidak perlu. Seandainya terjadi hal yang terburuk, kita terjangkiti virus itu, kita tetap harus berfikir positif dan tawakal bahwa  kemungkinan besar kita akan pulih,” jelas Firdaus. Pada kesempatan tersebut, Firdaus mengungkapkan,  JBS sebagai Pusdiklat SMSI akan disiapkan dalam rangka ikut berperan aktif mendukung program pemerintah dalam penanganan Covid 19. Baca Juga: Diguncang Wabah, Anies Minta Rp1, 7 Triliun Usai rapat yang dilaksanakan marathon, dari pukul 13.00 WIB, rombongan makan siang di Lobi Machmud Matangara. Kemudian dilanjutkan ngopi bareng dan santap malam  di Coffe Shop Amir Machmud dan diakhiri dengan meninjau ruangan Journalist Boarding Scool(JBS) yang terdiri dari 10 standar room, 3 superior dan 2 Junior suite room ditambah dengan fasilitas meeting room, kitchen dan gudang serta coffee shop. Sementara itu, Pemerintah melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 telah mendistribusikan Alat Pelindung Diri ke berbagai wilayah di seluruh Indonesia. Menurut catatan, Daerah Khusus Ibu kota Jakarta jadi provinsi yang menerima bantuan tambahan alat pelindung diri terbanyak, disusul oleh Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Bali, Banten, dan wilayah luar Jawa.     "Kami telah mendistribusikan di seluruh jajaran rumah sakit yang memberi layanan perawatan Covid-19, telah dikirim dan diterima tambahan 85.000 unit APD" kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, melalui konferensi pers di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Jakarta, Jumat (3/4). Sementara itu, Pemerintah Pusat juga menyalurkan 55.000 unit tambahan APD ke Jawa Barat, 25.000 unit APD ke Jawa Timur, 20.000 unit ke Jawa Tengah, 12.500 unit ke Bali, 10.000 ke DI Yogyakarta, 10.000 ke Banten, dan lebih dari 5.000 ke daerah di luar Jawa dan Bali,, sehingga ada lebih dari 300.000 unit APD yang telah disalurkan pemerintah pusat ke rumah sakit di seluruh wilayah Indonesia. Baca Juga: Eksploitasi Wajah Baru Tak Terelakan Lebih lanjut, Pemerintah akan terus berupaya mencari dan mengirim bantuan alat pelindung diri ke seluruh provinsi di tanah air untuk memenuhi kebutuhan di daerah. "Ini jumlah yang belum mencukupi apabila dihadapkan dengan perkembangan kasus yang terus berjalan. Angka ini bukan angka yang dianggap cukup dan berhenti, karena kami akan terus mengirim lebih lanjut," terang Yuri. https://www.youtube.com/watch?v=6zMJ69hdCbY Akan tetapi, Pemerintah kembali mengingatkan bahwa banyaknya fasilitas kesehatan dari Rumah Sakit, tenaga medis hingga APD dan perlengkapan yang tersedia untuk penanganan Covid-19 akan menjadi sia-sia apabila masyarakat tidak ikut berpartisipasi mencegah penularan virus. Baca Juga: Kerja Lambat, Jokowi Tegur Para Menteri "Kuncinya bukan seberapa banyak rumah sakit yang disiapkan, seberapa banyak laboratorium dan peralatan yang disiapkan, tetapi seberapa banyak peran kita semua mencegah jangan sampai terjadi penularan karena ini penting," ujar dia. Oleh sebab itu, Pemerintah menganjurkan kepada masyarakat agar tetap berada di rumah, menjaga jarak 1,5-2 meter dengan orang lain, serta rutin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir. "Mari kita putus rantai kontak langsung dengan penderita positif, jaga jarak dalam berkomunikasi sosial dengan siapapun, hindari kontak langsung dengan siapapun, dan hindari tempat-tempat penuh sesak dan tempat berkumpul,” tutup Yuri. (rls/fin/ful)    

DAPATKAN UPDATE BERITA FIN LAINNYA DI Google News


admin

Tentang Penulis

Sumber: