Mereka yang Terkena Dampak Ekonomi, di Tengah Wabah Covid-19

Mereka yang Terkena Dampak Ekonomi, di Tengah Wabah Covid-19

JAMBI – Sadar atau tidak, keberadaan virus corona membuat kita kompak. Bahu membahu untuk membantu. Betapa tidak, dengan adanya imbauan untuk menjaga jarak, dan kerja di rumah, otomatis imbas ekonomi akan terasa. Warga dari berbagai lapisan kini mulai menggalang dana. Mulai dari kalangan pejabat, pengusaha, atau masyarakat biasa. Semua berupaya sekuat mungkin untuk membantu. Tujuannya pun beragam. Ada yang untuk para tenaga medis. Ada pula yang membagi-bagikan rezeki pada mereka yang secara ekonomi, terdampak akibat virus corona ini. Sebut saja Pipit Prihartini. Lewat akun Facebooknya, wanita ini menggalang dana. Awalnya, dia mendapat cerita bahwa ada seorang ibu yang ingin menukarkan alat masaknya dengan beras, atau makanan. Ini karena si ibu yang biasa berjualan di sekolahan tersebut tak memiliki penghasilan, pasca siswa dirumahkan. "Itu saya dapat cerita dari teman. Karena ibu tersebut sudah gak sanggup lihat anaknya kelaparan. Dari situ saya ceritakan di FB," ceritanya. Ternyata respon yang didapat positif. Dia pun meneruskan donasinya sejak Senin (30/3) lalu. Dana yang dikumpulkan kata dia, dijadikannya makanan, kemudian dibagikan pada mereka yang membutuhkan. Awalnya kata dia, dana yang terkumpul hanya cukup untuk 1 hari. Belakangan, semakin banyak yang transfer. "InsyaAllah mudah-mudahan dalam seminggu ini kami akan terus membagikan donasinya," bebernya. Setiap harinya, Pipit dan rekan-rekannya membagikan 100 kotak nasi kepada warga. Tentunya, ini berkat tangan dermawan yang selain mendonasikan rezekinya, juga menjadi relawan untuk membagikan kepada warga. Dia bersama tim membagikan makanan itu secara langsung. Kondisi rumah, pekerjaan dan penghasilan, menjadi tolak ukur pihaknya untuk berbagi. "Kalau sesuai dan kami yakin wajib dibantu, maka kami berikan nasinya. Dan mereka yang dapat di hari pertama dipastikan hari berikutnya dapat. Biar mereka gak bingung besok mau makan siang apa," kata dia. Hingga saat ini, tim relawan ini telah membagikan ke daaerah Paal Merah Lama, kawasan 16, Thehok dan di Sungai Kambang. Setiap rumah dibagikannya sebanyak anggota keluarganya. "Karena niatnya supaya mereka satu keluarga gak bingung lagi makan siangnya. Jadi Tinggal cari buat sarapan sama makan malam saja," bebernya. Saat ini, kata dia pihaknya memiliki 30 titik rumah. Sebab, terkadang satu rumah hanya ada dua atau tiga orang bahkan ada satu orang. Menu yang diberikan, kata Pipit dimasaknya sendiri bersama timnya. Dengan pilihan menu spesial dan bergizi. "Misal waktu itu kami masak ayam bakar komplit, besoknya malbi, chapcai komplit dan lainnya," ujarnya. Sementara itu, Vina, salah seorang relawan yang membantu membagikan nasi kepada warga, mengaku senang dapat membantu memberikan amanah. Warga yang menerima, kata dia sangat bersyukur dengan adanya relawan dan donatur yang membagikan nasi. "Raut wajah bahagia terlihat jelas di mata mereka. Mereka senang. Dan selalu berharap adanya donatur yang membagikan sembako," bebernya. Cerita yang didapatnya dari salah satu warga penerima donasi, ada yang biasanya kerja mencuci dan gosok baju. Tapi karena kondisi sekarang, upahnya tak dibayar. Ada yang mencari rongsokan, ada yang janda susah berjalan dan jauh dari sanak keluarga. Detasemen Gegana Satbrimobda Jambi pun tak mau ketinggalan. Lewat program Gegana Peduli, Jumat (3/4) pagi, mereka membagikan sembako pada para petugas kebersihan di kawasan Tugu Keris. “Sekarang zaman sulit. Mudah-mudahan makin banyak yang peduli dengan ekonomi masyarakat sekarang ini,” kata Kaden Gegana AKBP Beridiansyah. Meski katanya bantuan tersebut tak banyak, tapi dia berharap apa yang pihaknya lakukan bisa meringankan beban mereka. Terpisah, Hanapi, salah seorang ojek yang biasa mangkal di Simpang IV Jalan Lingkar Barat mengaku, dengan adanya virus corona, penghasilannya menurun. Ini karena siswa langganannya dirumahkan. Kemudian juga warga yang mulai jarang terlihat keluar rumah. "Sebulan biasanya gak mikir lagi, karena ada langganan. Tapi sudah beberapa minggu ini libur, jadi gak ada pemasukan. Ngojek jadi sulit," ungkapnya. Dia hanya berharap, kondisi seperti ini segera berlalu. Mengingat, dirinya harus menafkahi anak dan istri. "Kalau begini terus kita bingung mau gimana. Anak istri mau makan. Mau cari kerjaan lain juga bingung. Mau minta bantuan juga sama siapa. Berharap cepat berlalu saja," bebernya. (tav)

DAPATKAN UPDATE BERITA FIN LAINNYA DI Google News


admin

Tentang Penulis

Sumber: