Aktivitas TImnas U-16 Terhenti

Aktivitas TImnas U-16 Terhenti

JAKARTA - Akibat pandemi virus Corona atau Covid-19 aktivitas Tim Nasional (Timnas) Sepak Bola Indonesia berbagai usia harus terhenti. Tak terkecuali keiatan punggawa Timnas Indonesia U-16 pun terhenti akibat virus yang berasal dari Wuhan, Cina tersebut. Padahal, sejak awal tahun Januari 2020 lalu, Timnas U16 terus mematangkan diri guna menghadapi agenda turnamen internasional pada tahun 2020. Sepanjang tahun ini, terhitung sudah tiga kali pemusatan dilakukan penggawa Garuda Asia. Pemusatan latihan ini rutin digelar setiap bulan. Pasalnya, anak asuh Bima Sakti ini akan mengikuti ajang prestius Piala AFF U16 dan Piala Asia U16. Sayang, kegiatan rutin itu kali ini harus terhenti. Bahkan, pada pelatnas edisi ketiga pada Maret, lalu, para punggawa Timnas U-16 harus pulang sebelum program latihan yang diberikan Bima Sakti selaku pelatih kepala berakhir lantaran penyebaran virus Corona yang semakin meluas. “Berdasarkan arahan dari Presiden Republik Indonesia terkait dengan pandemic global covid-19 (virus corona) yang disampaikan melalui pidato tanggal 15 Maret 2020, arahan Gubernur DKI Jakarta serta mencermati penyebaran Covid-19 di beberapa daerah di Indonesia, serta instruksi dari Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan melalui Sekretaris Jenderal Ratu Tisha Destria, maka dengan ini, saya dan staf pelatih memutuskan untuk menghentikan kegiatan pemusatan latihan di Bekasi,” ujar Bima Sakti beberapa waktu lalu saat menghentikan pelatnas di Bekasi, Jawa Barat. “Pertimbangan utamanya, tentu pada kesehatan para pemain dan semua yang ada di tim ini. Pemain muda ini adalah cikal bakal pemain tim nasional Indonesia di masa depan kelak nanti. Sebenarnya, kami masih ada beberapa program latihan dan uji coba, namun tak masalah. Akan kami rampungkan nanti di pemusatan latihan berikutnya, tentu dengan melihat dan setelah virus corona ini berakhir,” tambahnya. Meski tanpa pelatnas ataupun pertandingan, para punggawa Timnas Indonesia U-16, tetap menjalani individual training di rumhanya masing-masing. Seperti diceritakan penggawa Timnas U-16, yakni Muhammad Valeron, Atthalah Arraihan, Alexandro Felix Kamuru dan Marselino Ferdinand. Dikutip dari situs resmi PSSI, Sabtu (11/4) kemarin, Keempatnya saat ini menjalani kesehariannya di tempatnya masing-masing, sambil mengerjakan pekerjaan rumah yang diberikan dari para pelatih mereka yang dikomandoi, Bima Sakti Tukiman. “Kami mengikuti saran yang diberikan pelatih, tetap berlatih meski di tempat kami, menjaga ibadah, kebugaran, kemampuan sepak bola kami, pola makan dan istirahat,” tutur mereka. Selain itu, mereka juga berpesan kepada masyarakat Tanah Air, agar bisa menjaga kesehatannya di tengah merebaknya virus Corona di indonesia. “Jangan lupa cuci tangan, ikuti saran dan anjuran yang diberikan pemerintah. Kita semua berharap, semoga semua ini bisa selesai dengan segera. Kami rindu suasana saat TC dan bermain sepak bola,” tutup mereka. Meski masih bisa menjalani individual training di rumahnya masing-masing, namun punggawa Timnas Indonesia U-16, mengaku sangat rindu untuk kembali berlatih bersama. Kerinduan itu, tak lepas lantaran mereka memiliki kesan menarik saat menjalani pelatnas di bawah asuhan Bima Sakti Tukiman. Tak hanya itu, kisah-kisah menarik saat menjalani pelatnas juga membuatnya semakin rindu untuk kembali menjalani latihan bersama. Ya, di balik pelatnas tersebut ada beberapa kejadian menarik dan lucu yang diceritakan empat penggawa Timnas U-16, yakni Muhammad Valeron, Atthalah Arraihan, Alexandro Felix Kamuru dan Marselino Ferdinand. Dimulai dari Atthalah yang menceritakan bahwa di timnas ini ada sosok yang paling jorok. Ia adalah Marselino. Menurut Atthalah, Marselino kerap membuat angin sembarangan. “Marselino, selain dia tidak rapih, kadang dirinya suka ‘buang gas’ sembarangan,” kata Atthalah sambil tertawa seperti dikutip situs resmi PSSI, Jumat (10/4). Dalam timnas U16, ada sosok yang membuat Attahalah sungkan. “Dia adalah pelatih Firmansyah. Menurut saya, karena ketegasannya, namun dibalik itu, beliau memiliki selera humor yang tinggi,” ungkap Atthalah. Lalu, bisa menjadi penentu juara tiga di AFF tahun lalu, merupakan momen terindah bagi Attahalah. Selanjutnya Valeron, yang bercerita kalau saat menjalani pelatnas, ia kerap mendapatkan teguran karena hal yang dilarang, namun pemain ini sering melanggarnya. “Suka mengambil hape lebih dahulu, dan saya suka kena teguran dari pemain dan pelatih,” cerita Valeron. Valeron mengganggap, Zahra Muzdalifah menjadi atlet putri favoritnya, “Karena dia selain cantik, dara jelita ini juga bagus dalam bermain sepak bola,” ucapnya. Cristiano Ronaldo ingin dijadikan Valeron sebagai mentornya, “Karena CR7 gigih dalam berlatih dan bermain sepak bola, itu makanya saya ingin dia menjadi mentor,” harapnya. Namun, Alex bercita-cita bahwa dirinya ingin menjadi pemain sepak bola besar. “Pastinya yang berguna bagi keluarga dan bangsa, namun tetap rendah hati,” jawabnya. Kalau berandai-andai, tidak menjadi pemain sepak bola, ini yang Marcellino inginkan. “Saya mau menjadi penyanyi kalau tidak menjadi pemain sepak bola, lumayan loh suara saya,” sebutnya, sambil menyanyikan salah satu lagu dari penyanyi dangdut favoritnya, Denny Cak Nan. Kakak Marselino, Oktafianus Fernando menjadi inspirasinya dalam bermain sepak bola. “Saya juga kagum dengan Cristiano Ronaldo,” singkatnya. (gie/fin/der)

DAPATKAN UPDATE BERITA FIN LAINNYA DI Google News


admin

Tentang Penulis

Sumber: