Tetap Latihan Kendati Gaji Disunat

Tetap Latihan Kendati Gaji Disunat

SAN SEBASTIAN - Pandemi korona membuat partai final Copa del Rey antara Real Sociedad dan Athletic Bilbao berantakan. Sedianya, laga final digelar pada 18 April di Stadion La Caturja, Sevilla, tetapi pertandingan ditunda setelah Pemerintah Spanyol memberlakukan lokcdown atau karantina nasional. Sebulan lalu (13/2), Federasi Sepakbola Spanyol (RFEF) beserta perwakilan kedua tim akan kembali melakukan pertemuan untuk memilih jadwal baru. Namun hingga kemarin, Pemerintah Spanyol belum melepas status lockdown. Spanyol adalah negara Eropa dengan jumlah penderita corona terbanyak mencapai 163.027 orang, 16.606 di antaranya meninggal dunia. Hal itu justru membuat para petinggi Socided bergeming. Mereka butuh kepastian dan tanpa khawatir mengumumkan latihannya. Dilansir Sky Sports,Txuri-urdinak, julukan Sociedad menjadi tim pertama yang memutuskan berlatih di luar ruangan. Sejak pandemi korona, tim La Liga memilih mengarantina pemainnya. Namun bagi klub asal Basque itu, latihan wajib dilakukan agar para pemainnya tetap fit kendati Piala Copa di tengah ketidakpastian. "Mereka rencananya akan memulainya, Selasa (14/4) besok," tulis Skysport, kemarin. Meski nekat kembali berlatih normal di lapangan, Sociedad menjalaninya dengan protokol ketat untuk menghindari potensi penularan Covid-19 dalam skuadnya. Karena itulah, dari 26 pemain, tidak semuanya datang ke lapangan secara bersamaan. Para pemain Sociedad akan dibagi dalam grup-grup kecil saat latihan sehingga menghindari kontak. "Di luar lapangan, staf medis klub juga turut mengawasi latihan nanti bersama tim pelatih," tambahnya. Ruhr Nachrichten melaporkan, entrenador Imanol Alguacil akan menerapkan dua pemain yang diperbolehkan melakukan latihan dalam satu sesi. Satu sesi diberi waktu sekitar 60 menit. Tujuannya adalah meminimalkan kontak antar pemain atau dengan staf pelatih. Hingga kini, pihak LaLiga belum memberikan respon atas keputusan tersebut. Boleh jadi yang melandasi keputusan Sociedad itu adalah keberhasilan Spanyol menekan angka kematian dalam 19 hati terakhir sejak lockdown. Latihan bersama ini dilakukan saat para pemainnya di tengah kegalauan atas pemotongan gaji. Dalam rilis resminya, Sociedad mengumumkan pemotongan gaji pemain-pemainnya sampai 20 persen. Alasan mereka ini dilakukan agar laporan anggaran klub tetap membiru selama krisis virus corona. "Kesepakatan akhirnya dicapai oleh para tim utama. Mereka setuju adanya pengurangan upah hingga 20 persen seandainya liga tidak dilanjutkan musim ini, dan lima persen jika musim ini bisa dimulai kembali," kata klub La Liga ini dalam pernyataannya, Sabtu, seperti dikutip AFP. "Keputusan ini, dengan mempertimbangkan semua pihak terkait, membantu kami menghindarkan langkah-langkah traumatis untuk semua pegawai kami dan membantu menyeimbangkan objektif ekonomi klub yang dihadapkan pada turunnya pendapatan yang diderita akibat penangguhan kompetisi," tandasnya. (fin/tgr)

DAPATKAN UPDATE BERITA FIN LAINNYA DI Google News


admin

Tentang Penulis

Sumber: