Siapkan TMP untuk Perawat Covid-19, Ganjar Disindir Andi Arief: Kuliahnya di Mana

Siapkan TMP untuk Perawat Covid-19, Ganjar Disindir Andi Arief: Kuliahnya di Mana

JAKARTA- Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Demokrat, Andi Arief menulis cuitan yang diduga menyindir Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Sindiran Andi Arief diduga terkait Ganjar yang telah menyediakan taman makam pahlawan untuk tenaga medis yang meninggal terpapar virus corona dari pasien. "Menurut WHO, gubernur yang menyiapkan makam pahlawan buat para dokter dan juru medis akan terhindar dari serangan corona dan pasti masuk surga. Itulah ada gubernur yang siapkan makam pahlawan. Kuliahnya dimana?" tulis Andi Arief dikutip akun twitternya Senin (13/4). Meskipun tidak tegas menyebut Gubernur siapa yang dia maksud, namun netizen berspekulasi jika yang dimaksud Andi Arief adalah Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. [caption id="attachment_451926" align="alignnone" width="696"] Tangkapan layar cuitan Andi Arief (twitter)[/caption] "Pak Gub @ganjarpranowo disindir Andi Arief nih," tulis netter dengan nama akun @elangkesepian. Tak lama, Ganjar pun membalas. "Salam untuk beliau. Semoga sehat selalu. Beliau sahabat saya," jawab Ganjar Pranowo. Ganjar Dibully netizen. Ide Ganjar Pranowo menyediakan Taman Makam Pahlawan (TMP) bagi tenaga medis ini sempat menjadi perbincangan netizen. Ide ini dianggap berbeda dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang menyediakan Hotel Bintang Lima untuk tenaga medis di Jakarta. Nama Ganjar sempat jadi trending di twitter. Salah seorang dokter spesialis jantung, bernama Berlian Idris, ikut menyindir ide Ganjar tersebut. Ide Ganjar dianggap menyakitkan hati mereka. "Ini sungguh menyakitkan. Kami ingin selamat pak @ganjarpranowo, tidak ada yang ingin dimakamkan di taman makam pahlawan. Tolong lindungi tenaga kesehatan secara maksimal, jangan dulu bicarakan di mana kami akan dimakamkan." Kata Dokter Idris dengan nama akun twitter @bili. "Ide TMP itu baik, tapi saat ini fokus utama pada nakes yg babak belur karena minimnya APD. Kami masih ke RS tiap hari, sudah ada beberapa yg positif COVID-19, mohon doa agar kami tak tertular. Kami juga doakan agar bapak sehat selalu," tulis Dokter Idris menambahkan. Sebelumnya, ide Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyediakan TMP ini buntut dari adanya jenazah salah seorang tenaga medis ditolak warga saat hendak pemakaman. Jenazah perawat itu dinyatakan positif corona dan meninggal pada Kamis lalu. Rencananya, pemakaman perawat RSUP Kariadi Semarang ini akan dimakamkan di Sewakul, Ungaran Timur Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, namun ditolak warga setempat. (dal/fin).

DAPATKAN UPDATE BERITA FIN LAINNYA DI Google News


admin

Tentang Penulis

Sumber: