Nasdem Ingatkan Ancaman Krisis Ekonomi Akibat Covid-19

Nasdem Ingatkan Ancaman Krisis Ekonomi Akibat Covid-19

JAKARTA - Pandemi COVID-19 benar-benar menjadi ancaman serius di berbagai negara saat ini. Bukan hanya nyawa, perekonomian juga tengah dalam masalah besar. Termasuk di Indonesia yang jumlah korban COVID-19 terus bertambah. Pemerintah juga tengah dipusingkan ekonomi yang memburuk. Ketua Fraksi Partai NasDem DPR RI, Ahmad Ali menyebut krisis ekonomi global semakin dekat. “Krisis ekonomi global sudah di depan mata. Fraksi Partai NasDem meminta pemerintah untuk siap siaga dalam menghadapi setiap kemungkinan yang terjadi, tanpa menurunkan kewaspadaan dan upaya untuk terus mengatasi wabah Covid-19 di Indonesia," kata Ali kepada wartawan di Jakarta, Rabu (15/4/2020). Kata dia, pemerintah harus menyiapkan langkah-langkah antisipatif agar krisis tidak terlalu berdampak dalam bagi kehidupan ekonomi di Tanah Air. Jaring pengaman sosial dan skema stimulus ekonomi terhadap dunia usaha di Tanah Air harus menjadi perhatian utama pemerintah.

BACA JUGA: Artis Twindy Rarasati Positif Corona

Selain itu, kata Ali, dalam proses kehidupan bernegara yang terus berlangsung, DPR telah membentuk Panja RUU Cipta Kerja (Ciptaker), setelah menerima Surat Presiden (Surpres) terkait salah satu omnibus law ini pada pertengahan Februari 2020. "Dalam hal ini, Fraksi Partai NasDem memandang, dalam hal upaya merespon dampak-dampak yang akan timbul akibat krisis global, terutama pasca berakhirnya pandemi Covid-19 nanti, RUU Ciptaker kiranya bisa menjadi jawaban. Syaratnya, tujuan menyehatkan iklim investasi dengan kemudahan perizinan yang ada dalam RUU Ciptaker harus menjadi fokus utama dalam pembahasan RUU tersebut," terangnya. Sesuai dengan semangat yang melatarinya, salah satu omnibus law ini haruslah menjadi sebuah terobosan dalam kehidupan ekonomi nasional. "Jangan malah sebaliknya, menjadi bahan perdebatan yang menguras energi anak bangsa dan mendapatkan penolakan dari berbagai pihak dan kalangan," ungkapnya. Ketika krisis ekonomi dunia berlalu dan pandemi Covid-19 berakhir, lanjut anak buah Surya Paloh ini, semua negara akan berlomba untuk menjadi tempat terbaik dan ternyaman bagi kemudahan berinvestasi. "Dengan fokus pada kemudahan investasi dan debirokratisasi perizinan, RUU Ciptaker akan menjadi jalan bagi Indonesia untuk turut bersaing dengan negara lain dan menjadi awal dalam upaya membangun kembali ekonomi nasional kita," tuturnya. Menurutnya, kemudahan investasi dan debirokratisasi perizinan bukanlah karpet merah bagi investor asing. Kemudahan perizinan dan investasi harus ditujukan bagi terwujudnya Demokrasi Ekonomi. "Dengan demikian, terobosan yang hendak dibangun lewat RUU Ciptaker bisa menjadi jalan bagi terwujudnya kesejahteraan umum sebagaimana diamanatkan oleh konsitusi negara, UUD 1945," tuturnya.

BACA JUGA: Anda Punya Memar di Kaki Seperti Cacar Air? Waspada Gejala Corona

Melihat angka penularan dan kematian yang masih tinggi akibat Covid-19, Fraksi Partai NasDem mendesak pemerintah untuk meningkatkan kapasitas dan kemampuan penanganan. Covid-19 adalah ancaman bagi keamanan dan ketahanan bangsa Indonesia saat ini. "Kehidupan ekonomi tidak akan berarti apa-apa jika asas keamanan dan ketahanan nasional kita terabaikan," tuturnya. Selain itu, kata dia, Fraksi Partai NasDem merekomendasikan adanya Keppres Covid-19 sebagai Bencana Nonalam. Produk hukum tersebut akan berimplikasi pada semakin terbukanya ruang realokasi dan refocusing anggaran yang semakin besar, konsolidasi organ pemerintahan pusat antar departemen yang semakin baik, dan hubungan organ pemerintah pusat dengan organ pemerintahan daerah yang semakin koordinatif.

DAPATKAN UPDATE BERITA FIN LAINNYA DI Google News


admin

Tentang Penulis

Sumber: