Pengendara Tak Pakai Masker Dihentikan

Pengendara Tak Pakai Masker Dihentikan

PURWOREJO – Para pengendara yang melintas tanpa mengenakan masker di sejumlah ruas jalan Kecamatan Kutoarjo dihentikan oleh petugas Polsek Kutoarjo dan relawan dari Kelenteng Hok Tik Bio Kutoarjo, Kamis (16/4) pagi. Mereka baru dizinkan untuk melanjutkan perjalanan setelah memakai masker yang dibagikan gratis oleh petugas atau relawan. Aksi sosial tersebut dilakukan untuk memutus rantai penyebaran virus corona (Covid-19). Selain pengguna jalan, sebanyak 2.350 masker juga dibagikan kepada pengunjung serta pedagang Pasar Kutoarjo yang tidak mengenakan masker. Kapolsek Kutoarjo, AKP Markotib, yang turun langsung memimpin kegiatan menyebut bahwa bakti sosial (Baksos) juga disertai dengan imbauan agar masyarakat menjaga kesehatan dan melaksanakan kebijakan pemerintah. Pembagian masker yang sesuai standar kesehatan juga dilakukan di tiga Puskesmas yang ada di Kutoarjo, yakni di Puskesmas Kutoarjo, Puskesmas Wirun, dan Puskesmas Semawung Daleman.

BACA JUGA: Tips Mengelola Stres Saat Diam di Rumah Selama Pandemi

“Sumber dana dari teman-teman komunitas Tionghoa yang tergabung dalam paguyuban Kelenteng Hok Tik Bio Kutoarjo. Mereka mengumpulkan dana sebagai donasi kemudian kita lakukan aplikasi di lapangan seperti ini,” sebutnya. Menurutnya, selama ini sebagian besar masyarakat sudah memiliki kesadaran. Namun, masih banyak juga dijumpai di lapangan adanya warga yang tidak memakai masker. “Dengan kegiatan ini harapan kami juga menumbuhkan kepada para dermawan yang lain untuk berbagi pada saudara-saudara kita yang mungkin belum sadar untuk menggunakan masker, ataupun nanti tidak hanya berupa masker. Jadi ini sekaligus untuk membangkitkan kedermawanan teman-teman komunitas,” ungkapnya. Ketua Pengurus Kelenteng Hok Tik Bio Kutoarjo, Hartono Wiragapa, menjelaskan bahwa pihaknya memang sangat senang dan mendukung adanya kegiatan sosial kemanusiaan. Oleh karena itu, ketika ada ide dari Kapolsek untuk membagikan alat kesehatan atau masker bagi warga, pihaknya langsung melakukan penggalangan dana dan dalam waktu singkat terhimpun Rp10.500.000. “Kemudian kita belikan masker dan hari ini kita bagi-bagikan, sebanyak 2.350 masker. Penggalangan dana cuma sebentar saja, paling cuma berapa hari. Kebanyakan dari warga keturunan Tionghoa. Ini memang sangat penting untuk memutus rantai penyebaran virus corona,” jelasnya. (top)

DAPATKAN UPDATE BERITA FIN LAINNYA DI Google News


admin

Tentang Penulis

Sumber: